Serangan AS ke Venezuela tewaskan 83 orang

id serangan as,venezuela,serangan as ke venezuela,trump,donald trump,presiden venezuela

Serangan AS ke Venezuela tewaskan 83 orang

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin (5/1/2026). ​​​​​​​ Nicolas Maduro akan menjalani pengadilan pertamanya atas tuduhan federal AS berupa terorisme narkoba, konspirasi, perdagangan narkoba, pencucian uang, dan lainnya di Kota New York. ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Munoz/nym.

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 83 orang tewas dan sedikitnya 112 lainnya terluka dalam operasi militer Amerika Serikat ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal bulan ini.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez pada Jumat (16/1) dalam upacara pemberian penghargaan bagi personel militer dan warga sipil yang menjadi martir dalam serangan itu.

"Tiga puluh dua rekan kita dari Republik Kuba turut mengorbankan nyawa. Total 83 orang gugur dan lebih dari 112 lainnya terluka, yang kini dirawat oleh sistem kesehatan militer kita," katanya.

Padrino Lopez menyebut jumlah korban tewas termasuk 47 anggota Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB), termasuk sembilan perempuan, serta warga sipil.

Ia mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan kepada keluarga korban dan akan membangun monumen nasional untuk mengenang para pejuang yang gugur.

Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, untuk kemudian diterbangkan ke New York.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasangan itu akan diadili atas dugaan terlibat dalam "narkoterorisme" dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.

Dalam sidang perdana di New York, keduanya menyatakan tidak bersalah.

Venezuela kemudian meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, sedangkan Mahkamah Agung setempat menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai kepala negara sementara.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.