Mita juga mengemukakan perlunya mewaspadai kemungkinan alergi anak dalam memilih sumber protein dan kalsium pengganti susu sapi.
Indikasi reaksi alergi bisa berupa ruam merah, gatal, atau biduran pada kulit; muntah; diare; perut kembung; serta batuk atau sesak napas setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alergen.
"Pada beberapa anak juga bisa terjadi pembengkakan di bibir atau kelopak mata serta rewel berlebihan," kata Mita.
Mita menekankan pentingnya penerapan pola makan bergizi seimbang sesuai pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi harian.
Pedoman Isi Piringku mencakup penyediaan makanan pokok sumber karbohidrat, lauk-pauk sumber protein, sayuran sumber vitamin dan mineral, serta buah-buahan sumber vitamin dan mineral.
"Dengan kombinasi pangan lokal ini, kebutuhan gizi anak tetap dapat terpenuhi secara optimal," kata Mita.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pilihan pangan lokal kaya protein dan kalsium selain susu sapi
