Jakarta (ANTARA) - Psikolog lulusan Universitas Indonesia Teresa Indira Andani, M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa menjadi obsesi dalam mengidolakan seseorang bisa muncul perilaku yang mengganggu keseimbangan hidup.
"Dalam psikologi, ketika kekaguman berubah menjadi obsesi, bisa muncul pola perilaku yang mengganggu keseimbangan hidup atau relasi sosial," ujar Teresa, ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, pada Kamis.
Menurut psikolog yang saat ini berpraktik di Vajra Gandaria Jakarta itu tanda peringatan yang bisa menjadi refleksi bahwa dalam mengidolakan seseorang sudah berdampak negatif, seperti mengabaikan tanggung jawab pribadi demi mengikuti semua aktivitas idola.
Waspadai obsesi terhadap idola bisa ganggu keseimbangan hidup
Arsip foto - Sejumlah penggemar grup K-Pop Blackpink memadati kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum berlangsungnya konser di Jakarta, Sabtu (11/3/2023). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nym.
