BPBD OKU imbau warga waspadai luapan Sungai Ogan berpotensi banjir dan longsor

id Debit air sungai, Sungai Ogan, bencana alam, tanah longsor, BPBD OKU

BPBD OKU imbau warga waspadai luapan Sungai Ogan berpotensi banjir dan longsor

Warga di Kecamatan Pengandonan membersihkan sisa material tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (5/7) dini hari. ANTARA/Edo Purmana

Baturaja (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengimbau masyarakat agar mewaspadai luapan Sungai Ogan yang berpotensi menimbulkan dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Kepala BPBD OKU Januar Efendi di Baturaja, Senin, mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir dikhawatirkan menimbulkan bencana alam di wilayah setempat.

"Seperti hujan deras pada Sabtu (5/7) dini hari yang menimbulkan bencana longsor," katanya.

Sebanyak dua unit rumah warga di Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU pada bagian dapurnya hancur akibat diterjang longsor, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Rumah yang hanya berjarak sekitar 80 meter dari Sungai Ogan tersebut mengalami pergerakan tanah hingga terjadi longsor.

"Memang beberapa hari terakhir Sungai Ogan mengalami peningkatan di ketinggian mencapai 153,95 centimeter," jelasnya.

Oleh sebab itu, masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Ogan diminta tetap waspada agar bencana alam tidak menimbulkan korban jiwa.

BPBD OKU telah melakukan survei dan kajian cepat guna menilai tingkat kerusakan akibat tanah longsor tersebut guna mengantisipasi potensi bencana alam susulan.

"Kami juga menyiagakan personel untuk terus memantau debit Sungai Ogan agar jika terjadi peningkatan akan diteruskan kepada masyarakat guna diwaspadai bersama," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.