Dokter keluarga dan relawan garda depan penanganan stroke

id Stroke,Penanganan Stroke

Dokter keluarga dan relawan garda depan penanganan stroke

Ilustrasi - Keluarga sebagai "support system" penderita stroke. ANTARA/Pexels/am.

Para dokter dilatih untuk membekali masyarakat khususnya pengurus RT dan RW agar mampu menjadi stroke helper atau penolong pertama dalam kondisi darurat.

Adapun kegiatan praktik penanganan darurat dilakukan dengan alat peraga, dipandu langsung oleh tim KREKI yang diketuai Brigjen (Purn.) Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS.

Ia juga menekankan bahwa mengabaikan korban serangan penyakit mendadak dapat dikenai sanksi pidana, sebagaimana tertuang dalam Pasal 531 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga tiga bulan penjara.

Ke depan, Yastroki berencana memperluas jaringan relawan hingga tingkat RT/RW di seluruh Indonesia.

Upaya ini akan disertai pemberian insentif bagi pengurus RT/RW yang terlibat, melalui dukungan pendanaan dari sektor swasta dan mitra lain.

Diketahui, gejala stroke seperti sakit kepala, demam, dan mulut miring harus segera ditangani dalam dua setengah jam setelah serangan atau yang disebut dengan waktu emas (golden time)

Penundaan, termasuk akibat administrasi pasien BPJS di rumah sakit dapat berdampak fatal.

Stroke di Indonesia banyak dipicu oleh hipertensi, disusul oleh paparan polusi dan kebiasaan merokok.

Untuk itu, selain pelatihan komunitas, Yastroki tengah mengembangkan program penilaian layanan rumah sakit bertajuk 'Rumah Sakit Ramah Stroke', agar masyarakat mendapatkan referensi fasilitas kesehatan yang responsif terhadap kasus stroke.

"Mengambil langkah penilaian pelayanan rumah sakit terbaik bagi penderita stroke, sehingga dapat menjadi panduan terbaik bagi warga masyarakat yang butuh pengobatan," katanya.







Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Yastroki bersama dokter keluarga latih relawan untuk penanganan stroke

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.