Geopark: masa depan pariwisata Indonesia

id geopark,taman bumi,unesco,UGGp,geopark global,pariwisata

Geopark: masa depan pariwisata Indonesia

Panorama kawah di Gunung ljen, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/rwa

Meskipun geopark membawa banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam pengelolaannya

Kembangkan geopark baru

Salah satu tantangan terbesar bagi Indonesia adalah memanfaatkan potensi geologi yang belum tergali di beberapa kawasan untuk dijadikan taman bumi.

Kalimantan, misalnya, menyimpan potensi besar dalam hal geologi dan keanekaragaman hayati. Geopark Meratus merupakan geopark pertama dan satu-satunya di pulau itu yang baru saja mendapatkan pengakuan dari UNESCO.

Meski demikian, masih ada kawasan lain yang layak untuk dikembangkan sebagai taman bumi. Kawasan, seperti Sungai Mahakam dan Gunung Palung, memiliki nilai geologi yang luar biasa, dan jika dikelola dengan baik dapat menjadi bagian dari jaringan geopark global.

Penetapan kawasan-kawasan itu sebagai taman bumi akan memperkenalkan lebih banyak lagi keindahan alam Indonesia ke dunia internasional serta membuka peluang ekonomi bagi daerah-daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, seperti akses transportasi, fasilitas wisata, dan pusat informasi, akan menciptakan peluang baru bagi masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan pemeliharaan kawasan geopark.

Pemerintah memegang peranan penting dalam keberhasilan pengelolaan taman bumi. Pemerintah daerah, misalnya, bertanggung jawab dalam mengusulkan kawasan yang memiliki potensi geologi untuk dijadikan geopark serta memastikan bahwa pengelolaan kawasan tersebut sesuai dengan standar UNESCO.

Selain itu, pemerintah juga berperan dalam menyediakan dukungan finansial dan kebijakan yang memadai untuk pengembangan taman bumi.

Namun, peran pemerintah tidak hanya sebatas pada tahap penetapan, melainkan juga pada tahap pengelolaan dan pemantauan berkelanjutan.

Evaluasi secara berkala diperlukan untuk memastikan bahwa geopark yang telah diakui tetap memenuhi standar pengelolaan yang ditetapkan oleh UNESCO.

Pemerintah juga harus memastikan bahwa manfaat yang diperoleh dari geopark benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup.



Mengoptimalkan potensi

Meskipun geopark membawa banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam pengelolaannya.

Salah satunya adalah pengelolaan kunjungan wisatawan yang harus dilakukan dengan bijaksana agar tidak merusak lingkungan dan keaslian situs geologi.

Oleh karena itu, pengelolaan pariwisata berkelanjutan harus menjadi prioritas utama. Penetapan batas jumlah pengunjung, pengelolaan limbah, serta pelaksanaan prinsip-prinsip ekowisata adalah beberapa langkah yang harus diambil untuk menjaga keberlanjutan kawasan tersebut.

Selain itu, tantangan lain adalah memastikan bahwa keberadaan taman bumi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pendapatan dari sektor pariwisata yang dihasilkan oleh geopark digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Indonesia dapat mengoptimalkan potensi geopark untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan, melibatkan masyarakat dalam pengelolaan kawasan, dan melestarikan warisan geologi serta budaya yang ada.

Hal ini tidak hanya akan mendatangkan manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam Indonesia untuk generasi mendatang.



*) Rioberto Sidauruk adalah pemerhati industri strategis, Tenaga Ahli di Komisi VII DPR RI yang membidangi industri, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, BSN dan Lembaga Penyiaran Publik




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Geopark: masa depan pariwisata Indonesia

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.