Putri Handayani tantangan terberat daki Gunung Denali

id Putri Handayani,Pendaki gunung,The Explorer's Grand Slam

Putri Handayani tantangan terberat daki  Gunung Denali

Pendaki asal Indonesia Putri Handayani, menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Kamis (23/1/2025). ANTARA/Donny Aditra

Tetapi Putri mengaku memiliki cara-cara tersendiri dalam menjaga tingkat 'kewarasan' pada kondisi udara tipis yang membuatnya sulit bernafas.

"Biasanya saya suka mengingat kemenangan-kemenangan kecil yang sudah pernah diraih guna memompa semangat," ujar perempuan kelahiran Kabupaten Serdang Bedagai di Sumatera Utara tersebut.

Ia menambahkan, otak atau cara berpikir akan sangat menentukan kemampuan mental dan fisik untuk mencapai hal-hal berat.

Oleh sebab itu, dia selalu menjaga pikiran positif dalam setiap tantangan yang dihadapinya.

"Kalau kita berpikir negatif, itu cepat banget juga ke arah negatif," kata lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini.

Ia mengaku selalu mempersiapkan fisik sejak enam bulan sebelum memulai.



The Explorer’s Grand Slam adalah predikat untuk orang yang berhasil menuntaskan pendakian pada tujuh puncak gunung tertinggi di tujuh benua, serta melakukan penjelajahan ke Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Saat ini, Putri berhasil mendaki enam puncak gunung, yakni Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Benua Afrika dan Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) di kawasan Indonesia & Oceania, masing-masing pada Februari dan Agustus 2016.

Kemudian, pada 2017, menaklukkan Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia (Eropa), disusul setahun kemudian menjejakkan kaki di Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina (Amerika Selatan).

Dua puncak gunung terakhir yang dilaluinya adalah Gunung Denali di Amerika Serikat (Amerika Utara) pada Juni 2022 dan Gunung Vinson, serta Kutub Selatan di Benua Antartika (9 derajat LS) pada Desember 2023.

Dia tinggal menaklukkan Gunung Everest dan Kutub Utara, guna meraih predikat tersebut.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Putri Handayani sebut Gunung Denali tantangan terberatnya




Pewarta :
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.