Menag: Masjid harusjadi bengkel rohani bagi anak-anak

id Menag, nasaruddin Umar, masjid

Menag: Masjid harusjadi bengkel rohani bagi anak-anak

Menteri Agama Nasaruddin Umar (kiri) saat tiba di kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12/2024). ANTARA/Kuntum Riswan

"Masjid bisa juga dijadikan sebagai tempat latihan keterampilan. Tukang kayu, tukang besi, dan lain-lain, pelatihannya di masjid. Setiap kelas ada 20 orang. Masjid menjadi pusat aktivitas umat," kata dia.
Pada masa Abu Khurairah, kata Menag, masjid menjadi tempat mengelola zakat, infak, sedekah, ghanimah atau harta rampasan, hibah, wasiat, barang hilang, dan lain-lain. Ada juga DAM, kafarat, aqiqah, walimah, semua dilakukan di masjid.
"Semua diatur di masjid. Masjid itu tempat memberdayakan masyarakat. Dengan begitu, dalam tempo tiga tahun, umat Islam minoritas menjadi mayoritas di Madinah," jelas Menag Nasaruddin.
Dari hal itu, Menag Nasaruddin mengajak seluruh pengelola untuk menjadikan masjid sebagai sarana mengembangkan masyarakat. Masjid sebagai bengkel memberdayakan masyarakat.
"Mari kita memberikan wawasan lain tentang Masjid. Jadikan masjid untuk memberdayakan umat. Dan kepada anak-anakku sekalian, besar dan besarkanlah masjid. Bernaunglah di dalam masjid untuk menggapai masa depan yang lebih baik," kata dia.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menag: Masjid harus jadi bengkel rohani bagi anak-anak

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.