Nilai tukar Rupiah tertekan komentar "hawkish" pejabat The Fed

id Rupiah, Dolar AS,The Fed,Neraca Perdagangan,berita sumsel, berita palembang

Nilai tukar Rupiah tertekan komentar "hawkish" pejabat The Fed

Seorang pegawai Bank Tabungan Negara (BTN) sedang memilah uang rupiah. (BTN)


Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun, yang biasanya bergerak sejalan dengan ekspektasi suku bunga, berdiri di 4,1137 persen, setelah mencapai puncak sekitar dua minggu di 4,137 persen pada Jumat (14/4). Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun terakhir di 3,5261 persen.

Beberapa pembicaraan Fed yang hawkish menambah ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, dengan Gubernur Fed Christopher Waller dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan bahwa Otoritas Moneter AS tersebut dapat menaikkan 25 basis poin lagi bunga acuan pada bulan depan.

Kendati demikian dari dalam negeri, Lukman menuturkan investor akan menantikan data perdagangan Indonesia yang akan dirilis siang ini dan diperkirakan masih akan mengalami surplus perdagangan yang besar.

"Rilis data ini bisa menahan rupiah dari pelemahan lebih lanjut dari dolar AS," jelasnya.

Oleh karena itu, ia memprediksi rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp14.750 per dolar AS hingga Rp14.900 per dolar AS sepanjang hari ini.

Pada Jumat (14/4) rupiah ditutup naik 41 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.705 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.746 per dolar AS.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.