Perhiasan karya anak Indonesia gebrak pasar Singapura

id kbri singapura, sije 2021, pameran perhiasan indonesia di singapura, caroline wihono,dubes ri untuk singapura, suryo pra

Perhiasan karya anak Indonesia  gebrak pasar Singapura

Berbagai perhiasan karya anak Indonesia yang dipamerkan dalam pameran daring dari KBRI Singapura. (ANTARA/ HO-KBRI Singapura)

Batam (ANTARA) - Produk perhiasan yang terbuat dari emas, perak, dan mutiara karya anak Indonesia mulai menggebrak pasar Singapura, dalam pameran yang digelar secara daring dari Adinata Centre KBRI, Kamis.

Pameran bertajuk Celebration of Indonesian Jewel itu merupakan perjalanan menuju Singapore Jewels Expo. Tahun ini, Indonesia menjadi negara mitra, sekaligus membuka Paviloon Indonesia dalam pameran perhiasan internasional bergengsi Songapore International Jewlry Expo (SiJE 2021) yang digelar Desember.

"Indonesia merupakan negara yang kaya akan sejarah dan latar belakang budaya sehingga menjadi bangsa yang besar, khususnya dalam bidang kerajinan. Perhiasan dibuat dengan beberapa alasan mulai dari fesyen hingga keperluan seremonial," kata Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo dalam keterangan, Jumat.

Indonesia adalah negara kebanggaan yang menghasilkan emas, mutiara, perak dan juga batu permata bermutu tinggi. Perhiasan digunakan untuk menunjukkan status sosial, dan dipakai dalam kegiatan keagamaan serta keperluan upacara kepada keluarga kerajaan di Indonesia dan di seluruh dunia.

Dubes Suryo Pratomo mengajak seluruh peserta pameran mengunjungi Paviliun Indonesia di SiJE 2021. Ia juga mendorong untuk membeli dan menikmati kekayaan serta keindahan Indonesia melalui hasil karya kreatifnya.

Pada webinar yang diikuti hampir 100 orang peserta tersebut, pembuat perhiasan generasi ke-4 asal Indonesia Caroline Wibisono membantu mempromosikan produk perhiasan asal Indonesia.

Produk yang dipromosikan yaitu karya UKM binaan BI dan Kementerian Perdagangan dari berbagai provinsi di Tanah Air, seperti dari Nio El dari Jatim, Nahdi dan Vite dari Jakarta, Pyo dari Sumatera Selatan, Anna Pearl, NTB Pearl, Maza Pearl, dan Lilars yang merupakan produsen Mutiara dari Nusa Tenggara Barat.

Selain itu dipromosikan juga perhiasan unik dari Yogyakarta yang diwakili Joglo Ayu Tenan dan Bara Silver dari Bali.

Caroline Wihono yang telah memasuki pasar Amerika merupakan desain perhiasan lulusan dari Gemologist Institute of America (GIA). Ia menunjukkan barang contoh dari masing-masing produk UKM tersebut.

Produk perhiasan yang unik dan istimewa tersebut termasuk fine jewelry produksi CW Jewel milikCaroline akan ditampilkan di PavilionIndonesia.