Dinas Perkim usulkan pembangunan ratusan rumah relokasi korban banjir

id Usulan pembangunan rumah relokasi, relokasi korban banjir, 180 rumah relokasi, Dinas Perkim, BPBD OKU Timur,berita sumsel, berita palembang, antara su

Dinas Perkim usulkan pembangunan ratusan  rumah relokasi  korban banjir

Ilustrasi rumah korban banjir. (FOTO ANTARA/dok)

Martapura, Sumsel (ANTARA) - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan mengusulkan pembangunan 180 rumah relokasi untuk warga korban banjir di wilayah itu.

"Usulan ini sudah kami sampaikan ke Kementerian PU untuk dibangun tahun ini di Desa Kota Baru Selatan, Martapura," kata Kepala Dinas Perkim Ogan Komering Ulu Timur, Danan Rachmat di Martapura, Ibu Kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Rabu.

Dia mengemukakan relokasi rumah bagi korban banjir ini juga rencananya akan dibangun di pesisir komering lainnya, mulai dari Kecamatan Buay Pemuka Peliung hingga Cempaka.

Rumah relokasi ini diperuntukan bagi warga di wilayah itu yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat diterjang bencana banjir.

"Mengingat Kabupaten OKU Timur termasuk daerah rawan banjir sehingga rumah relokasi untuk korban perlu disiapkan sedini mungkin," kata Rachmat.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur terdapat beberapa kecamatan di wilayah setempat rawan banjir saat musim hujan antara lain Kecamatan Cempaka, Madang Suku I dan BP Bangsa Raja serta pesisir komering lainnya karena dekat dengan daerah aliran sungai (DAS).

"Seperti pada Maret 2020 lalu banjir melanda kawasan penduduk di dua desa Kecamatan BP Bangsa Raja," kata dia.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut, namun banjir hingga satu meter akibat luapan Sungai Ogan merendam puluhan rumah penduduk di wilayah itu hingga rusak berat.

"Untuk mengantisipasi musibah banjir tahun ini kami sudah menyiagakan posko penanggulangan di setiap daerah rawan bencana," demikian Rachmat.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar