Pemkot Palembang mulai jalankan sembilan program strategis pembangunan

id Rpjmd palembang 2020-2023, 9 pembangunan palembang, flyover sekip, underpass charitas, embung konservasi palembang, seka

Pemkot Palembang mulai jalankan  sembilan program strategis pembangunan

Jembatan Ampera ikon Kota Palembang. ANTARA/Nova Wahyudi

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang secara bertahap mulai menjalankan sembilan program strategis pembangunan yang ditargetkan selesai dalam rentang 2020-2023.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Palembang, Harrey Hadi, Sabtu mengatakan sembilan program tersebut berupa pembangunan jalan layang, underpass, jalan lingkar timur, embung konservasi, restorasi sungai, dan sistem penyediaan air minum.

"Kami terus mengawal program-program ini terutama masalah pembebasan lahan, agar pembangunannya bisa tepat waktu," ujar Harrey Hadi.

Secara rinci sembilan pembangunan tersebut yakni restorasi Sungai Sekanak - Lambidaro pembangunan underpass Simpang Charitas, pembangunan Jalan Noerdin Panji (lingkar timur) sampai ke Pelabuhan Boom Baru (lanjutan).

Pembangunan kaki Jembatan Musi IV diteruskan menuju Jalan Ahmad Yani Seberang Ulu, pembangunan Jalan Layang Sekip, pembangunan embung konservasi 100 hektar di wilayah Palembang Gandus - Tanjung Barangan, pembangunan penguatan tebing Sungai Musi.

Lalu pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi baku sistem gandus Kota Palembang (tahap II dan III) serta pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kalidoni.

"Untuk pembangunan jembatan layang dan underpass sudah masuk RPJMN dan sedang di desain, terkait cepat atau lambatnya pembangunan tergantung pembebasan lahan juga," tambah Harrey.

Restorasi Sungai Sekanak - Lambidaro menjadi program pembangunan yang telah dimulai pengerjaan fisiknya pada awal 2020, kata dia, program tersebut merupakan bantuan Kementrian PUPR yang menelan dana Rp394 Miliar.

Restorasi Sungai Sekanak - Lambidaro diperuntukkan sebagai pengendali banjir di sisi timur Kota Palembang, keberadaannya mendukung Pompanisasi Sungai Bendung sebagai pengendali banjir di tengah kota yang sudah dioperasikan.

Selain itu Sungai Sekanak - Lambidaro akan dijadikan destinasi wisata andalan yang diharapkan menarik perhatian internasional jika sudah selesai direstorasi .