Menyulap bambu menjadi miniatur kapal dan perahu

id Bambu,Inovasi,Kerajinan tangan

Hasil karya pemuda asal Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, yang mampu menyulap bambu menjadi miniatur unik, seperti kapal laut dan perahu, Minggu (5/8/2018) (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah/Erwin Matondang/18)

Musi Rawas Utara (ANTARA News Sumsel) - Batang pohon bambu yang ada di hutan sepintas memang tidak ada harganya, namun di tangan orang-orang kreatif bambu bisa disulap menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual.

Seorang pemuda di Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Sudarsono, mampu menyulap bambu menjadi miniatur unik, seperti kapal laut dan perahu.

Tidak banyak peralatan yang dia dibutuhkan, hanya bermodalkan parang dan bambu yang diambil di hutan, namun hasil kreatifitas dari jari Sudarsono mampu mendulang pundi-pundi rupiah.

Kendati demikian, karyanya itu belum banyak dilirik orang, lantaran keterbatasan sarana promosi dan publikasi, dia mengaku miniatur kapal dan perahu yang dibuatnya masih tergolong anyar.

"Saya masih belajar, kedepan akan dikembangkan lagi, karena terbatas alat, hasilnya juga baru sebatas ini," ujarnya kepada ANTARA News Sumsel di Muratara, Minggu.

Saat ditanya soal pemasaran, Sudarsono mengaku sejauh ini hasil kreatifitasnya belum begitu dipasarkan di berbagai daerah atau pasar kelas atas, hanya baru sebatas group info jual beli di media sosial facebook.

"Sudah ada beberapa orang yang menanyakan harganya, tapi saya belum bisa mematok harga yang pas, karena harus disesuaikan dengan bahan dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya," kata dia.

Sementara itu, seorang tokoh pemuda di Desa Terusan, Irsan mengatakan inovasi-inovasi seperti ini sejatinya harus dikembangkan sehingga menjadi icon tersendiri bagi Desa Terusan khususnya dan Muratara pada umumnya. 

"Tentunya kita bangga dengan adanya karya-karya anak muda seperti ini, dan ini perlu dikembangkan, karena tidak banyak orang punya kreatifitas seperti ini," ujarnya.

Menurut dia, seharusnya karya Sudarsono itu sudah dikenal banyak orang, minimal masyarakat Kabupaten Muratara, namun lantaran minimnya sarana informasi, maka inovasinya baru dikenal di tingkat desa. 

"Harapan kita kedepan inovasi seperti ini dapat dikembangkan dan lebih terkenal lagi, kita tunjukkan kalau pemuda Muratara inovatif dan kreatifi," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar