Palembang (ANTARA Sumsel) - Bandar Udara perintis di Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan yang sudah lama terbengkalai perlu diaktifkan kembali, karena jaraknya cukup jauh dari Kota Palembang mencapai tujuh jam perjalanan dengan kendaraan bus.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Sumsel Musni Wijaya kepada wartawan di Palembang, Jumat mengatakan, pertimbangan dibutuhkannya lapangan perintis sudah dibangun semasa pemerintahan Gubernur Ramli Hasan Basri yang sudah lama terbengkalai agar diaktifkan kembali, karena jarak tempuh menuju kabupaten tersebut sekitar tujuh jam dengan kendaraan bus.
Selain itu warga untuk menuju lokasi kabupaten pemekaran dari Ogan Komering Ulu tersebut berkelok-kelok dan berbukit-bukit sehingga akan menjadi kelelahan.
Oleh karena itu Kabupaten OKU Selatan sudah saatnya mengoperasionalkan membali lapangan terbang perintis yang dibangun menghabiskan dana miliraran rupiah tersebut.
Sementara pantauan di lapangan, lapangan terbang perintis itu hanya digunakan semasa Ramli Hasan Basri menjabat Gubernur Sumsel, setelah gubernur digantikan oleh Rosihan Arsyad, kemdian berganti lagi Syahrial Oesman dan sekarang Alex Noerdin tidak pernah dioperasikan lagi.
Bahkan sejak Ramli Hasan Basri tidak lagi menjabat sebagai gubernur, menurut keterangan sejumlah warga di Kecamatan Banding Agung, lapangan terbang yang dibangun menghabiskan dana miliaran rupiah itu hanya dimanfaatkan penduduk untuk menjemur hasil panen kopi.
Oleh karena itu, menurut Musni Wijaya, bila memungkinkan lapangan udara tersebut bisa diaktifkan kembali supaya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Namun, bila kurang efektif bisa saja mencari landasan yang lainnya asal lokasinya strategis.
Memang ada yang menawarkan menggunakan landasan udara bekas TNI, namun wilayahnya perbatasan dengan Provinsi Lampung.
Sehubungan itu pihaknya saat ini masih mendata untuk membuat Bandara perintis di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan tersebut.
Memang, seharusnya semua kabupaten yang lokasinya jauh memerlukan bandara perintis.
Dia mencontohkan, Bandara Atung Bungsu Kota Pagaralam yang pengoperasionalnya pada Kamis (13/3).
