Palembang (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 25 teller perwakilan bank Pembangunan daerah seluruh Indonesia beradu hitung uang cepat di gedung Bank Indonesia, Palembang, Sabtu.
Kompetisi yang merupakan salah satu cabang yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga dan Seni Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (Porseni BPDSI) 2013 diadakan sebanyak beberapa putaran, masing-masing putaran menghadirkan lima peserta yang beradu cepat.
Masing-masing peserta sebelum memulai lomba diminta untuk memilih amplop berisikan uang yang telah disediakan oleh panitia kemudian memulai perlombaan sesuai dengan aba-aba.
Sayangnya tidak menemukan pemenang karena tidak ada satupun peserta yang mampu menghitung cepat dalam kurun dua menit.
Tidak hanya adu hitung cepat para peserta tersebut juga beradu kecermatan lewat memilah uang palsu, menebak pecahan, dan beradu pengetahuan lewat uji pengetahuan tentang sistem pembayaran.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VIII, Sutikno yang menyaksikan acara dan mewakili tuan rumah Bank Indonesia Palembang menerangkan bahwa kompetisi adu hitung cepat pada Porseni BPDSI kali ini memang sengaja dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
"Kita mengharapkan kompetisi yang menguji banyak aspek dari teller seperti uji pengetahuan dan kecermatan," ujarnya.
Ia mengaku cukup puas dengan kualitas para teller karena sangat penting bagi profesi itu untuk memiliki kompetensi kejujuran, ketelitian, keterampilan yang memadai, dan wawasan amat baik.
