Palembang (ANTARA Sumsel) - Warga kota setempat dan dari berbagai wilayah yang biasanya melewati tepian Sungai Musi, Palembang mendukung penuh penataan pinggiran sungai tersebut, karena selain nyaman juga suasana sekitarnya menjadi semakin indah dan rapi.
"Kini bawah Jembatan Ampera dan sekitarnya tertata rapi dan pedagang pun tidak boleh lagi berjualan di lokasi sembarangan," kata Rosida pedagang makanan di bawah Jembatan Ampera Palembang, Minggu.
Menurut dia, dulu sekitar jembatan sangat kotor dan tidak tertata.
Namun, sejak beberapa tahun ini menjadi tertata rapi.
Ia mengatakan, bahkan di kawasan Dermaga Ampera yang terintegrasi dengan moda transportasi bus transmusi kini sudah layaknya dermaga-dermaga mewah.
Apalagi, kalau malam kawasan itu dipenuhi lampu-lampu warna warni yang menawan.
Hal senada diungkapkan, Andi (45) warga transmigrasi dari Kabupaten Banyuasin dan sangat mendukung penataan tepi Sungai Musi.
Setiap pekan, mereka rutin ke Palembang untuk membeli beragam kebutuhan hidup di Pasar 16 Ilir, sehingga sejak 10 tahun ini tampak sekali perubahan tepi sungai, katanya.
Dia menambahkan, selain membuat rapi dan indah pemerintah juga melengkapi berbagai fasilitas, seperti tempat duduk dan taman.
Sehingga warga yang mengantre sarana transportasi air tidak kesulitan untuk beristirahat tidak jauh dari dermaga.
Sementara Kepala Bappeda Palembang, Muhammad Sapri mengatakan kalau pemkot setempat menargetkan setiap tahun dibangun 150 meter turap atau beton penahan tepi Sungai Musi.
Revitalisasi sungai menjadi salah satu target pemkot setempat, ujarnya.
Dia menambahkan, pembangunan turap tepi Sunga Musi itu sejak beberapa tahun ini dibiayai pemerintah pusat.
Kedepan pihaknya menargetkan sepanjang tepian Sungai Musi terpasang turap dan jalan akses untuk menuju pemukiman tak jauh dari sungai, katanya.
