Palembang (Antara, Sumsel) - Pengrajin gagang sapu yang memanfaatkan limbah kayu mampu meraih
keuntungan hingga puluhan juta rupiah per bulan.
Pengusaha pengrajin gagang sapu Reny di Palembang, Rabu, mengatakan, usaha tersebut dirintis keluarganya sejak awal tahun 90-an.
"Sejak saya di sekolah dasar bapak dan ibu memulai usaha ini," tukas dia di sela-sela kesibukannya memasang gantungan gagang sapu di tempat usahanya di Jalan Kemasrindo Kertapati Palembang.
Dalam sehari ia dan beberapa orang pekerja yang sebagian juga masih sanak dan keluarga mampu memproduksi sekitar 4.000 batang gagang kayu dan bambu.
"Khusus gagang bambu kami memproduksi sesuai pesanan," jelas dia.
Tempat usahanya pun tidak hanya menjual gagang sapu dalam partai besar tetapi juga menjual dalam jumlah satuan.
Untuk gagang berukuran panjang dengan harga Rp1.500 per buah, sementara gagang sapu pendek Rp1.000 per batang.
Tidak hanya gagang saja, ia juga menjual sapu utuh ukuran dua meter dengan harga Rp20.000, dan ukuran satu meter Rp 15.000.
"Banyak juga warga sekitar yang langsung beli sapu di sini," ujar gadis berusia 24 tahun itu.
