Warga pemukiman elite di Palembang kebanjiran

id banjir, warga kebanjiran

Warga pemukiman elite di Palembang kebanjiran

Rumah Dinas Perum LKBN ANTARA Biro Sumatera Selatan di Komplek Perumahan Bukit Sejahtera (Perumahan Polygon) Palembang terendam banjir hampir setengah lutut orang dewasa akibat meluapnya Sungai Musi, Minggu (24/2) (Foto Antarasumsel.com/13/I016/Aw)

Palembang (Antara Sumsel) - Komplek perumahan Poligon Bukit Sejahtera yang dikenal sebagai kawasan pemukiman mewah di Kota Palembang, Sumatera Selatan, sejak beberapa hari terakhir tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Musi, namun penghuninya sebagian besar masih bertahan.

Pantauan di kawasan permukiman Poligon Palembang, Minggu, sebagian besar akses jalan menuju ke rumah warga masih tergenang air hingga 40 centimeter bahkan tidak sedikit air luapan Sungai Musi merendam teras dan lantai bagian dalam rumah warga setempat.

Selain kawasan permukiman elite tersebut, banjir juga merendam akses jalan dan rumah di sejumlah permukiman penduduk atau perkampungan warga Palembang asli seperti di kawasan 5 Ulu Lorong Siliwangi.

Akibat luapan sungai itu, aktivitas warga di kawasan permukiman tersebut terganggu bahkan tidak sedikit perabotan rumah tangga dan barang lainnya dibiarkan terendam air, karena tidak memiliki tempat untuk memindahkannya ke tempat yang aman.

Termasuk rumah dinas yang ditempati Kepala Biro Perum LKBN ANTARA Sumatera Selatn yang berada di pemukiman Poligon tersebut ikut kebanjiran, sehingga prabot rumah tangga terpaksa dikemas ke tempat yang lebih tinggi.

Salah seorang warga di perumahan Poligon Purnomo mengatakan, banjir melanda kawasan permukimannya sekarang ini hampir sama dengan yang terjadi pada lima tahun lalu.

"Sepertinya banjir tahun ini merupakan siklus lima tahunan, dan dikhawatirkan akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan dengan ganangan air yang lebih tinggi lagi," katanya.

Banjir tersebut sangat mengganggu karena acara arisan keluarga sekaligus pengajian yang diagendkan digelar di rumahnya pekan ini terpaksa dibatalkan, karena akses jalan menuju rumah dan beberapa bagian rumahnya di lantai dasar tergenag air.

Mengenai tempat bisa saja digunakan ruangan di lantai dua, namun kasihan dengan tamu harus datang melewati jalan yang terendam air dan kendaraannya sulit parkir, kata warga di permukiman elit itu.

Sementara menurut Heri, salah seorang warga di kampung 5 Ulu Siliwangi Palembang, rumahnya yang berada di dekat Sungai Kedukan atau anak Sungai Musi itu selalu digenangi air luapan sungai tersebut pada musim hujan setiap tahunnya, namun banjir tahun ini dirasakan lebih besar.

Kondisi banjir tersebut sulit dihindari karena rumahnya berada di dataran rendah, sementara untuk melakukan rehabilitasi rumah atau menaikkan lantai hingga di atas batas genangan air tertinggi seperti sekarang ini membutuhkan biaya sangat besar, katanya. (Y009)


Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.