Palembang, (ANTARA News) - Perusahaan Daerah Industri Grafika Meru masih memprihatinkan dan belum memberikan pendapatan bagi daerah itu.
"PD Industri Grafika Meru itu masih menjadi kendala dan pekerjaan rumah bagi Pemprov dan DPRD," kata Ketua Komisi III DPRD Sumatera Selatan, HM Giri Ramanda N Kiemas di Palembang, Rabu.
Menurut dia, sampai saat ini mereka belum menemukan format yang tepat untuk melakukan restrukturisasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Jadi, pada saat ini kondisi perusahaan daerah itu memprihatinkan, karena masih terbeban utang dan permasalahan-permasalahan manajemen yang belum diselesaikan dengan baik.
Ia mengatakan, pihaknya akan berusaha membantu Pemprov Sumsel untuk mencarikan investor yang mau bekerja sama guna menghidupkan kembali perusahaan daerah tersebut.
"Seperti kita ketahui industri percetakan persaingannya cukup tinggi dan sekarang tidak diperbolehkan lagi suatu BUMD mempunyai hak khusus dalam melakukan pencetakan," ujar dia.
Ia menyatakan, BUMD itu harus tangguh bersaing sehingga bisa bangkit kembali.
Wakil rakyat itu menuturkan, pihaknya masih menunggu formula seperti apa yang ditawarkan Pemprov terkait dengan PD Grafika Meru tersebut.
Pemprov Sumsel sedang melakukan kajian-kajian terkait dengan kondisi Grafika Meru tersebut, kata Politisi PDI Perjuangan itu.
Dewan berharap, sudah ada formula yang bisa ditawarkan Pemprov sehingga mereka bisa memberikan arahan-arahan, kalaupun ada penambahan modal. Jangan sampai tidak termanfaatkan.
Kalaupun memberikan modal diharapkan tiga sampai empat tahun ke depan sudah bisa memberikan pendapatan daerah pada APBD Sumsel, tegasnya.
Ia berharap, semua perusahaan daerah di Sumsel bisa lebih baik lagi kinerjanya pada 2012 dan dapat memberikan pendapatan daerah. (ANT/KR-SUS)
