Emas di Pagaralam mulai ditambang warga

id emas, tambang, pagaralam, sumsel

Emas di Pagaralam mulai ditambang warga

Keping emas murni/logam mulia. (FOTO ANTARA/11)

...Kami pernah melihat ada warga yang menjual emas masih dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil, hasil penambangan di sungai Indikat perbatasan Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat...

Pagaralam, Sumsel, (ANTARA News) - Sebagian warga di sejumlah daerah di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, sejak beberapa bulan terakhir mulai melakukan penambangan emas meskipun masih berskala kecil.

Pantauan ANTARA selama sebulan terakhir hingga Senin, terdapat sejumlah daerah yang mengandung emas yakni di kawasan Bukit Kayu Manis, Kecamatan Dempo Utara, Rimbacandi, Kecamatan Dempo Tengah dan Bandar, Kecamatan Dempo Selatan.

"Kami pernah melihat ada warga yang menjual emas masih dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil, hasil penambangan di sungai Indikat perbatasan Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat," kata Ridwan warga setempat.

Menurut dia, memang sudah beberapa kali kalau menemukan ada warga yang menjual bongkahan emas murni diperkirakan berkadar 24 karat.

"Namun sayang penambangan ini masih tersembunyi, hanya dilakukan di lingkungan terbatas saja," ungkap dia.

Ia mengatakan, ada beberapa daerah di Pagaralam diduga kuat memiliki kandungan emas, namun pemerintah belum berani melakukan upaya eksplolarasi, karena sebagian besar lahan milik warga.

Senada Ridwan dikatakan Iwan, sampel bungkahan batu yang diambil dari beberapa lokasi seperti Bukit Kayu Manis, Kecamatan Dempo Selatan dan Rimbacandi, Kecamatan Dempo Tengah, mengandung pirit sudah dilakukan uji laporaturium, ditemukan ada kandungan emas.

"Sebetulnya bila ada pirit dapat dipastikan memiliki kandungan emas, namun masih bencampur dengan beberapa jenis logam seperti tembaga dan perunggu," kata dia.

Iwan mengatakan, setelah batu tersebut dihancurkan dan dicampur dengan air raksa maka baru akan terlihat perbedaanya, sementara emas langsung memisah dengan membentuk endapan.

Sedangkan pirit dan jenis logam lain, kata Iwan, langsung mengapung dan memisahkan diri.

"Warga masih belum banyak mengetahui cara pengolahan dan penambangan emas. Kami sudah bandingkan dengan bebatuan sekarang menjadi daerah pertambangan PT Newmont Nusatenggara, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mirip dengan yang ada di Pagaralam," ungkapnya.

Menurut Iwan, tanda-tanda daerah itu terdapat emas ada endapan batu yang mengandung pirit, berwarna kekuning-kuningan dan bercahaya mirip intan.

"Kemungkinan pemerintah belum berani melakukan penambangan, karena semua lahan masih dimiliki warga atau penduduk setempat," ungkap dia.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Pemkot Pagaralam, Najamudin, mengatakan memang di daerah tersebut banyak memiliki sumber daya alam yang masih terpendam termasuk emas, batu bara dan minyak bumi.

"Kita masih melakukan penelitian dan pengkajian beberapa lokasi yang teridikasi mengandung bahan tambang termasuk emas," ungkap dia.

Ia mengatakan, namun perlu dilakukan pengkajian lebih luas karena lokasi memiliki kandungan logam mulia itu kebanyakan berada di kawasan hutan lindung dan aliran sungai.

Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Pagaralam, Haryanto, mengatakan adanya temuan emas di Bukit Kayumanis, Kecamatan Dempo Utara, masih dalam proses penelitian dan melakukan pendataan lahan.

"Kami juga sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah aset termasuk lokasi penemuan yang baru ini. Sebetulnya kami masih harus melakukan pengkajian lebih lanjut, guna mengetahui kadar emas berapa jumlah kandungannya," ungkap dia.

Menurut dia, bila dilihat dari kondisi alam, banyak sumberdaya alam terdapat di Kota Pagaralam, termasuk yang bernilai sejarah seperti, megalit, arca, dan sumber panas bumi. (ANT-127)


Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.