Martapura (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan memperkuat keamanan blok hunian warga binaan dengan menggandeng jajaran Polres setempat untuk meningkatkan razia.
Kepala Lapas Kelas IIB Martapura Abas Ruchandar di Martapura, Sumsel, Sabtu mengatakan bahwa dalam rangka memperkuat pengawasan dan menciptakan lingkungan lembaga pemasyarakatan yang aman dan tertib, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan Polres OKU Timur.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-757.PK.08.05 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya pengawasan internal pelaksanaan penggeledahan blok hunian serta pencegahan terhadap penyimpangan prosedur dan gangguan keamanan lainnya di dalam lapas.
Baca juga: Telepon seluler kini benar-benar diharamkan di Lapas Kediri
Dia menjelaskan, koordinasi ini bertujuan untuk menjalin sinergi antara lapas dan pihak kepolisian guna memperkuat kolaborasi dalam hal pengamanan, sambang, dan pengawasan lingkungan Lapas Martapura.
"Kerjasama tersebut dapat dilakukan melalui patroli bersama dan kegiatan sambang ke Lapas Martapura yang ditingkatkan oleh anggota Polres OKU Timur," jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini dan respon cepat terhadap potensi gangguan keamanan.
Apalagi, kata dia, Lapas Martapura saat ini mengalami over kapasitas kamar hunian warga binaan dengan jumlah mencapai 441 orang.
Jumlah tersebut, kata dia, melebih kapasitas hunian atau daya tampung warga binaan yang hanya berjumlah 66 orang.
"Oleh sebab itu kami membutuhkan bantuan dari pihak kepolisian untuk membantu memperkuat pengamanan di area Lapas seperti meningkatkan razia di kamar hunian warga binaan," ujarnya.
Baca juga: Tegakkan larangan gunakan hape di lapas, 100 orang warga binaan asal Riau dipindahkan ke Nusakambangan
Kapolres OKU Timur AKBP Kevin Leleury menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengamanan serta stabilitas lingkungan pemasyarakatan sebagai bagian dari tugas bersama menjaga keamanan masyarakat.
Kegiatan koordinasi ini menjadi bentuk nyata dari komitmen bersama menciptakan lapas yang aman, nyaman, sehat, dan bebas dari gangguan ketertiban melalui pendekatan kolaboratif antar-lembaga penegak hukum.
"Dengan terjalinnya sinergi yang lebih erat antara Lapas Martapura dan Polres OKU Timur diharapkan kedepan pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal, responsif, dan berintegritas tinggi," tegasnya.
Baca juga: Penghuni Lapas Muara Beliti rusuh, aparat gabungan siaga