Tiga polisi terkena panah saat amankan bentrokan warga
Jumat, 6 Oktober 2023 15:19 WIB
Giat TNI dan kepolisian melaksanakan pengamanan di perbatasan yang menjadi lokasi pertikaian antara warga Lingkungan Monjok dengan Karang Taliwang di Jalan Ade Irma Suryani di Mataram, NTB, Jumat (6/10/2023). (ANTARA/HO-Polresta Mataram)
Mataram (ANTARA) - Sebanyak tiga anggota kepolisian menjadi korban luka panah dalam giat pengamanan aksi warga Lingkungan Karang Taliwang yang berselisih dengan warga Lingkungan Monjok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.
Kepala Polresta Mataram Komisaris Besar Polisi Mustofa di Mataram, Jumat, mengatakan tiga anggota terkena luka panah saat melaksanakan giat pengamanan dan pembubaran massa aksi sekitar pukul 14.15 WITA.
"Terhadap anggota yang jadi korban sudah dilarikan ke RSUD Kota Mataram dan mendapat perawatan medis," kata Mustofa.
Tiga anggota tersebut adalah Kepala Satuan Samapta Polresta Mataram Kompol Sofian terkena panah pada bagian kaki kanan, anggota Unit Reskrim Polsek Sandubaya Aiptu Ahmadin Yani Saleko dengan luka panah pada bagian kaki kiri, dan anggota Satbrimobda NTB Briptu Rifandi Satria yang terkena luka panah pada bagian punggung.
Kegiatan pengamanan itu dilaksanakan di Jalan Ade Irma Suryani, Kota Mataram, perbatasan antara kedua lingkungan yang bertikai.
Meskipun ada korban, Mustofa menegaskan giat pengamanan masih berlanjut. Giat bersama TNI itu akan berjalan hingga situasi di lokasi kondusif.
Dari giat pengamanan, polisi turut menangkap dua pemuda asal Lingkungan Karang Taliwang, berinisial AK (30) dan RA (16).
Dasar kepolisian menangkap keduanya karena ada temuan barang bukti belasan anak panah dan ketapel. Barang bukti yang diduga digunakan pelaku dalam aksi ditemukan dalam giat pengamanan.
"Ada dari salah satu pelaku ditemukan barang bukti (anak panah) di dalam tas pinggangnya," ujar dia.
Lebih lanjut, Mustofa mengatakan bahwa dirinya masih menyiagakan anggota di lapangan untuk mencegah kembali aksi dari warga. Untuk motivasi dari aksi tersebut, pihaknya masih menduga karena adanya provokasi dari sekelompok warga.
Kepala Polresta Mataram Komisaris Besar Polisi Mustofa di Mataram, Jumat, mengatakan tiga anggota terkena luka panah saat melaksanakan giat pengamanan dan pembubaran massa aksi sekitar pukul 14.15 WITA.
"Terhadap anggota yang jadi korban sudah dilarikan ke RSUD Kota Mataram dan mendapat perawatan medis," kata Mustofa.
Tiga anggota tersebut adalah Kepala Satuan Samapta Polresta Mataram Kompol Sofian terkena panah pada bagian kaki kanan, anggota Unit Reskrim Polsek Sandubaya Aiptu Ahmadin Yani Saleko dengan luka panah pada bagian kaki kiri, dan anggota Satbrimobda NTB Briptu Rifandi Satria yang terkena luka panah pada bagian punggung.
Kegiatan pengamanan itu dilaksanakan di Jalan Ade Irma Suryani, Kota Mataram, perbatasan antara kedua lingkungan yang bertikai.
Meskipun ada korban, Mustofa menegaskan giat pengamanan masih berlanjut. Giat bersama TNI itu akan berjalan hingga situasi di lokasi kondusif.
Dari giat pengamanan, polisi turut menangkap dua pemuda asal Lingkungan Karang Taliwang, berinisial AK (30) dan RA (16).
Dasar kepolisian menangkap keduanya karena ada temuan barang bukti belasan anak panah dan ketapel. Barang bukti yang diduga digunakan pelaku dalam aksi ditemukan dalam giat pengamanan.
"Ada dari salah satu pelaku ditemukan barang bukti (anak panah) di dalam tas pinggangnya," ujar dia.
Lebih lanjut, Mustofa mengatakan bahwa dirinya masih menyiagakan anggota di lapangan untuk mencegah kembali aksi dari warga. Untuk motivasi dari aksi tersebut, pihaknya masih menduga karena adanya provokasi dari sekelompok warga.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
800 warga mengungsi akibat pertikaian antar-pendukung paslon di Mulia
07 February 2025 19:48 WIB, 2025
Panglima: Kasus di Deli Serdang Sumut diawali prajurit tegur geng motor
11 November 2024 14:19 WIB, 2024
Bentrok gegara masalah lahan yang tewaskan dua warga, belasan pemuda jadi tersangka
26 October 2024 8:15 WIB, 2024
Dua perguruan silat bentrok di Madiun, polisi dan TNI harus berjaga hingga malam
21 May 2023 22:14 WIB, 2023
Sebelum gas air mata ditembakkan, pendukung PSIS bentrok dengan petugas
17 February 2023 19:32 WIB, 2023