Palembang (ANTARA) - Dapur yang digunakan untuk memasak makanan narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas III Pagaralam, Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan pada 2023 ini kembali meraih sertifikat laik higiene dari Dinas Kesehatan setempat.
"Dengan diperoleh kembali sertifikat tersebut membuktikan kualitas pelayanan publik di Lapas Pagaralam teruji baik terutama dalam pemenuhan standar pangan," kata Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ilham Djaya di Palembang, Ahad.
Menurut dia, pihaknya senantiasa mendorong satuan kerja di bawah Kanwil Kemenkumham Sumsel untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik salah satunya melakukan pemenuhan standar pangan dengan memperhatikan kelaikan higiene sanitasi pangan.
Atas pencapaian tersebut, pimpinan dan petugas Lapas Pagaralam untuk terus membuktikan kualitas dapur umum mulai dari proses pencucian, pengolahan, hingga penyajian makanan terjaga dengan baik.
“Semua aspek yang telah menjadi standar kesehatan dan kebersihan makanan harus dikelola dengan baik. Hal itu tentunya untuk menjaga kualitas kesehatan dan cita rasa makanan yang berdampak pada tingkat kesehatan WBP yang terjamin,” ujar Kakanwil.
Kemudian Ilham berpesan kepada pimpinan dan petugas Lapas Pagaralam agar tidak terlena atas pencapaian itu dengan terus melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada WBP serta terus melakukan perbaikan.
"Saya mengapresiasi pencapaian yang telah ditorehkan oleh Lapas Kelas III Pagaralam, hal ini tentunya melewati proses yang panjang dengan standar yang ketat sehingga kembali mendapat sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jasaboga oleh Dinas Kesehatan," ujar Kakanwil Ilham.
Kalapas Kelas III Pagaralam Jalaluddin menjelaskan bahwa lapas yang dipimpinnya itu terus menjaga standar pengolahan pangan dengan memperbaharui/memperpanjang sertifikat tersebut dimana diketahui bahwa sertifikat Laik Higiene akan habis masa berlakunya pada 23 Juni 2023.
Kesuksesan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan visitasi dapur yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan Kota Pagaralam pada Kamis (8/6) yang dipimpin Sub Koordinator Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Nusa Indah.
Dengan kembali diperolehnya sertifikat itu membuktikan realita keadaan dapur Lapas Pagaralam memang layak untuk memenuhi kebutuhan makan narapidana yang menjalani pembinaan, ujar Jalaluddin.
"Dengan diperoleh kembali sertifikat tersebut membuktikan kualitas pelayanan publik di Lapas Pagaralam teruji baik terutama dalam pemenuhan standar pangan," kata Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ilham Djaya di Palembang, Ahad.
Menurut dia, pihaknya senantiasa mendorong satuan kerja di bawah Kanwil Kemenkumham Sumsel untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik salah satunya melakukan pemenuhan standar pangan dengan memperhatikan kelaikan higiene sanitasi pangan.
Atas pencapaian tersebut, pimpinan dan petugas Lapas Pagaralam untuk terus membuktikan kualitas dapur umum mulai dari proses pencucian, pengolahan, hingga penyajian makanan terjaga dengan baik.
“Semua aspek yang telah menjadi standar kesehatan dan kebersihan makanan harus dikelola dengan baik. Hal itu tentunya untuk menjaga kualitas kesehatan dan cita rasa makanan yang berdampak pada tingkat kesehatan WBP yang terjamin,” ujar Kakanwil.
Kemudian Ilham berpesan kepada pimpinan dan petugas Lapas Pagaralam agar tidak terlena atas pencapaian itu dengan terus melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada WBP serta terus melakukan perbaikan.
"Saya mengapresiasi pencapaian yang telah ditorehkan oleh Lapas Kelas III Pagaralam, hal ini tentunya melewati proses yang panjang dengan standar yang ketat sehingga kembali mendapat sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jasaboga oleh Dinas Kesehatan," ujar Kakanwil Ilham.
Kalapas Kelas III Pagaralam Jalaluddin menjelaskan bahwa lapas yang dipimpinnya itu terus menjaga standar pengolahan pangan dengan memperbaharui/memperpanjang sertifikat tersebut dimana diketahui bahwa sertifikat Laik Higiene akan habis masa berlakunya pada 23 Juni 2023.
Kesuksesan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan visitasi dapur yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan Kota Pagaralam pada Kamis (8/6) yang dipimpin Sub Koordinator Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Nusa Indah.
Dengan kembali diperolehnya sertifikat itu membuktikan realita keadaan dapur Lapas Pagaralam memang layak untuk memenuhi kebutuhan makan narapidana yang menjalani pembinaan, ujar Jalaluddin.