Kopi terbaik Indonesia juarai Kontes Kopi Spesialti 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021 17:58 WIB
Ilustrasi kopi (Pexel)
Jakarta (ANTARA) - Kopi terbaik Indonesia menjuarai Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2021 (KKSI).
"KKSI bertujuan untuk mendorong gairah para petani (produsen kopi) menghasilkan kopi-kopi yang berkualitas lebih baik sehingga harga kopi dapat terdorong meningkat," kata Pranoto Soenarto, ketua panitia KKSI XIII dalam siaran pers ditulis pada Sabtu.
Juara pertama KKSI 2021 untuk jenis kopi robusta adalah Martina Rinasih asal Jambu Semarang Jawa tengah dengan penilaian 88,63 poin.
Untuk jenis kopi Arabica Natural juara pertama diraih oleh Sabardi dari Ulunowih Gayo Coffe asal Bandar Bener Meriah Aceh dengan penilaian 89,25 poin.
Sementara itu untuk jenis kopi Arabica Washed juara pertama diraih oleh Yanto asal Gunung Tujuh, Kerinci Jambi dengan poin penilaian 89,83.
KKSI pertama dihelat pada tahun 2008 oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) bersama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) dan disponsori oleh Kapal Api Grup.
Babak final KKSI diselenggarakan pada 21-22 Oktober 2021 telah memasuki tahun ke 13. Sama seperti tahun lalu KKSI 2021 kembali diselenggarakan secara virtual (hybrid) akibat pandemi COVID-19.
Meski demikian kopi-kopi dari Indonesia yang menjadi juara pada kontes kali ini tetap berkualitas prima dan pantas dibanggakan. Indonesia merupakan negara produsen kopi yang memiliki keragaman dan kekhasan kopi yang dihasilkan yang tidak dimiliki oleh negara-negara produsen kopi lainnya.
Salah satu pendorong keunggulan kopi-kopi di Indonesia dihasilkan dari berbagai daerah yang memiliki karakteristik tata ruang tempat tanam kopi yang berbeda-beda, belum lagi cara memproses kopi yang dari satu daerah dengan daerah lain memiliki kekhasan.
Pada kontes kopi spesialti tahun ini, ada 482 peserta. Dewan juri yang terlibat di antaranya adalah adalah Yusianto, Cahya Ismayadi, Dwi Nugroho dari Puslit Kopi dan Kakao Jember, Pranoto Soenarto, M. Fauzan (Q Grader) dan Eka Pramudita (Q Grader) dari AEKI, Shunta Baba (Jepang), Mirella Chielek (Jerman), Johann Paul (Belanda), Kazuya Ujimori (Singapura) serta Paulina Kwarek (Polandia).
KKSI 2021 juga diramaikan dengan penyelenggaraan Grand Webinar selama dua hari, yang di antaranya menghadirkan Adi Haryono (PT Santos Jaya Abadi) dengan tema "Bagaimana Membangun Industri Pengolahan Kopi Agar Tetap Eksis di Masa Depan dan lain-lain.
"KKSI bertujuan untuk mendorong gairah para petani (produsen kopi) menghasilkan kopi-kopi yang berkualitas lebih baik sehingga harga kopi dapat terdorong meningkat," kata Pranoto Soenarto, ketua panitia KKSI XIII dalam siaran pers ditulis pada Sabtu.
Juara pertama KKSI 2021 untuk jenis kopi robusta adalah Martina Rinasih asal Jambu Semarang Jawa tengah dengan penilaian 88,63 poin.
Untuk jenis kopi Arabica Natural juara pertama diraih oleh Sabardi dari Ulunowih Gayo Coffe asal Bandar Bener Meriah Aceh dengan penilaian 89,25 poin.
Sementara itu untuk jenis kopi Arabica Washed juara pertama diraih oleh Yanto asal Gunung Tujuh, Kerinci Jambi dengan poin penilaian 89,83.
KKSI pertama dihelat pada tahun 2008 oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) bersama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) dan disponsori oleh Kapal Api Grup.
Babak final KKSI diselenggarakan pada 21-22 Oktober 2021 telah memasuki tahun ke 13. Sama seperti tahun lalu KKSI 2021 kembali diselenggarakan secara virtual (hybrid) akibat pandemi COVID-19.
Meski demikian kopi-kopi dari Indonesia yang menjadi juara pada kontes kali ini tetap berkualitas prima dan pantas dibanggakan. Indonesia merupakan negara produsen kopi yang memiliki keragaman dan kekhasan kopi yang dihasilkan yang tidak dimiliki oleh negara-negara produsen kopi lainnya.
Salah satu pendorong keunggulan kopi-kopi di Indonesia dihasilkan dari berbagai daerah yang memiliki karakteristik tata ruang tempat tanam kopi yang berbeda-beda, belum lagi cara memproses kopi yang dari satu daerah dengan daerah lain memiliki kekhasan.
Pada kontes kopi spesialti tahun ini, ada 482 peserta. Dewan juri yang terlibat di antaranya adalah adalah Yusianto, Cahya Ismayadi, Dwi Nugroho dari Puslit Kopi dan Kakao Jember, Pranoto Soenarto, M. Fauzan (Q Grader) dan Eka Pramudita (Q Grader) dari AEKI, Shunta Baba (Jepang), Mirella Chielek (Jerman), Johann Paul (Belanda), Kazuya Ujimori (Singapura) serta Paulina Kwarek (Polandia).
KKSI 2021 juga diramaikan dengan penyelenggaraan Grand Webinar selama dua hari, yang di antaranya menghadirkan Adi Haryono (PT Santos Jaya Abadi) dengan tema "Bagaimana Membangun Industri Pengolahan Kopi Agar Tetap Eksis di Masa Depan dan lain-lain.
Pewarta : Ida Nurcahyani
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kopi asal Muara Enim dan Lahat sudah go internasional, tembus pasar Malaysia
13 November 2025 7:18 WIB
Pusri dorong Desa Tebat Benawa makin sehat dan cerdas lewat program Kopi Berkelanjutan
12 November 2025 14:32 WIB
Dewan Kopi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan berikan penghargaan kepada Bupati Empat Lawang
29 October 2025 21:15 WIB
Pusri tingkatkan kapasitas UMK Desa Tebat Benawa lewat pelatihan digital marketing dan kopi kekinian
24 September 2025 12:05 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB