Kopi asal Muara Enim dan Lahat sudah go internasional, tembus pasar Malaysia

id BKHIT Sumsel, ekspor, komoditas, fasilitasi ekspor kopi, kabupaten, malaysia, ekspor ke malaysia

Kopi asal Muara Enim dan Lahat sudah go internasional, tembus pasar Malaysia

Pemeriksaan Substantif oleh Tim Direktorat Merek dan IG Kemenkumham di perkebunan kopi Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Palembang (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan memfasilitasi ekspor kopi liberika yang berasal dari Kabupaten Muara Enim dan Lahat ke Malaysia.

"Sepanjang November 2025 ini, kami memfasilitasi ekspor kopi liberika 18,5 ton dari empat sentra penghasil kopi unggulan Sumatera Selatan yakni Jarai, Kikim, dan Tanjung Sirih yang berada di Kabupaten Lahat, serta Semendo, Kabupaten Muara Enim," kata Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah Ekandari, di Palembang, Rabu.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan ekspor itu, pihaknya berperan sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hayati, fasilitasi perdagangan, serta penguatan daya saing ekspor nasional dari wilayah Sumatera Selatan.

Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, seluruh biji kopi telah melalui proses pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.



Pengiriman komoditas tersebut dilakukan secara resmi oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi, ditandai dengan penyerahan Phytosanitary Certificate (PC) dari BKHIT Sumsel.

Phytosaitary Certficate merupakan bukti bahwa komoditas tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan.

Sertifikasi ekspor itu merupakan wujud nyata peran Badan Karantina dalam menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran perdagangan internasional.

“Badan Karantina memastikan setiap komoditas yang diekspor bebas dari OPTK dan sesuai persyaratan negara tujuan. Sertifikat yang kami terbitkan menjadi jaminan bahwa produk tersebut aman, sehat, dan layak diterima di pasar global,” ujarnya.

Lebih lanjut Sri Endah menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat bagi pelaku usaha.

“Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga mendampingi pelaku ekspor agar prosesnya berjalan efisien dan sesuai prosedur. Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dengan Badan Karantina menjadi kunci keberhasilan ekspor yang berdaya saing,” jelas Sri Endah.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BKHIT Sumsel fasilitasi ekspor kopi asal dua kabupaten ke Malaysia

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.