Logo Header Antaranews Sumsel

BKHIT Sumsel kembangkan "Go Ekspor" bantu UMKM ekspor produk

Jumat, 24 Oktober 2025 13:47 WIB
Image Print
Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah Ekandari bersama pejabat OJK dan Pemprov Sumsel pada acara sosialisasi ekspor ke peaku UMKM, di Palembang, Kamis (23-10-2025). ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan (Sumsel) mengembangkan program Go Ekspor untuk mempermudah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melakukan ekspor berbagai komoditi unggulan daerah.

"Saat ini kami bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi setempat dibantu ahli teknologi informasi perguruan tinggi setempat mengembangkan
program Go Ekspor Barantin menjadi Smart Ekspor Sumatera Selatan," kata Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah Ekandari dalam acara sosialisasi ekspor di Palembang, Kamis

BKHIT berupaya mengoptimalkan pemanfaatan teknologi memperkuat sistem ketelusuran untuk memastikan asal usul komoditas yang akan diekspor pelaku usaha/UMKM daerah ini memenuhi standar teknis pasar luar negeri, katanya, menjelaskan.

"Inovasi digital berbasis sistem ketelusuran itu, dapat memastikan proses dari hulu ke hilir komoditas unggulan 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat memenuhi standar teknis ekspor sehingga tidak ditolak di negara tujuan," ujar dia.

Lebih lanjut ia mengatakan program sistem ketelusuran itu dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga memudahkan pengawasan sekaligus menjamin mutu produk yang akan dipasarkan ke luar negeri.

Kunci menuju Smart Ekspor adalah digitalisasi sistem ketelusuran komoditas atau produk unggulan dari hulu ke hilir, ujar dia.

Dengan sistem tersebut ketelusuran atau asal-usul komoditas bisa dilacak langsung hingga tingkat petani, seperti kopi, teh, kelapa, gula aren, santan kelapa, karet, dan produk unggulan lain dari Sumsel akan memiliki identitas yang jelas.

Selain itu, lanjutnya, koordinasi antarpihak terkait seperti Dinas Perdagangan, Bea Cukai, Pelindo, dan instansi terkait lainnya bisa dilakukan lebih mudah jika terjadi penolakan komoditas atau kendala persyaratan di negara tujuan ekspor.

"Melalui koordinasi dengan berbagai pihak dan dukungan sistem ketelusuran yang baik, komoditas unggulan Sumsel semakin dipercaya pasar global dan diharapkan volume ekspor terus meningkat," kata Kepala BKHIT Sumsel.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026