Tuduhan perusakan bendera disebut upaya adu domba
Minggu, 16 Desember 2018 21:11 WIB
Hasto Kristiyanto (ANTARA/Foto: Riza Harahap)
Asahan, Sumut (ANTARA News Sumsel) - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto nenyebut tuduhan kadernya melakukan pengrusakan baliho dan bendera Partai Demokrat di Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, merupakan upaya adu domba.
"Ada pihak yang mencoba karena elektabilitas PDIP terus naik diganggu berbagai cara tetap naik lalu kemudian mereka menyusup mengadu domba," ujar Hasto kepada wartawan usai rapat konsolidasi di Asahan, Minggu.
Ia pun mengaku menerima berbagai keluhan dari pengurus ranting partai menyangkut tuduhan pengrusakan dilakukan oleh orang yang disuruh pengurus PDI Perjuangan.
Padahal, kata Hasto, hal itu sama sekali tak benar yang diketahui dari Plt. Ketua DPD PDI Perjuanga Provinsi Riau Rokhmin Dahuri langsung berangkat ke lokasi untuk mengecek kebenaran tuduhan itu.
"Pengurus ranting kami di Pekanbaru betul-betul tersinggung oleh pernyataan Saudara Andi Arief. Ketua Ranting PDIP di sana protes keras, kenapa tiba-tiba Andi Arief, tanpa melakukan kajian bersama-sama, tiba-tiba melontarkan tuduhan," ujar Hasto.
Alih-alih melontarkan tuduhan, ia menyarankan Partai Demokrat melaporkan dan menunggu penyelidikan pihak kepolisian.
"Jadi, bagi kami, lebih baik (Partai Demokrat) menempuh jalur hukum. Yang namanya pemimpin tidak perlu sedikit-sedikit menangis ya," kata dia.
Ada pun Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat berjalan kaki menyisiri Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, melihat baliho dan atribut Partai Demokrat dirusak orang tak dikenal.
Ia menyayangkan kunjungan yang dilakukan saat tahun politik ke Riau diwarnai insiden tidak menyenangkan. Dia mengharapkan agar apa pun pilihan politiknya, setiap orang harus saling menghormati perbedaan.
"Ada pihak yang mencoba karena elektabilitas PDIP terus naik diganggu berbagai cara tetap naik lalu kemudian mereka menyusup mengadu domba," ujar Hasto kepada wartawan usai rapat konsolidasi di Asahan, Minggu.
Ia pun mengaku menerima berbagai keluhan dari pengurus ranting partai menyangkut tuduhan pengrusakan dilakukan oleh orang yang disuruh pengurus PDI Perjuangan.
Padahal, kata Hasto, hal itu sama sekali tak benar yang diketahui dari Plt. Ketua DPD PDI Perjuanga Provinsi Riau Rokhmin Dahuri langsung berangkat ke lokasi untuk mengecek kebenaran tuduhan itu.
"Pengurus ranting kami di Pekanbaru betul-betul tersinggung oleh pernyataan Saudara Andi Arief. Ketua Ranting PDIP di sana protes keras, kenapa tiba-tiba Andi Arief, tanpa melakukan kajian bersama-sama, tiba-tiba melontarkan tuduhan," ujar Hasto.
Alih-alih melontarkan tuduhan, ia menyarankan Partai Demokrat melaporkan dan menunggu penyelidikan pihak kepolisian.
"Jadi, bagi kami, lebih baik (Partai Demokrat) menempuh jalur hukum. Yang namanya pemimpin tidak perlu sedikit-sedikit menangis ya," kata dia.
Ada pun Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat berjalan kaki menyisiri Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, melihat baliho dan atribut Partai Demokrat dirusak orang tak dikenal.
Ia menyayangkan kunjungan yang dilakukan saat tahun politik ke Riau diwarnai insiden tidak menyenangkan. Dia mengharapkan agar apa pun pilihan politiknya, setiap orang harus saling menghormati perbedaan.
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keselamatan kerja jadi prioritas utama, Kilang Pertamina Plaju tegaskan budaya keselamatan
12 January 2026 23:47 WIB
Isu Demokrat tolak kedatangan Anies Baswedan ke Aceh fitnah dan hoaks
16 October 2023 16:48 WIB, 2023
Jubir Demokrat soal Cak Imin harap kembali ke KPP: Tidak ada "CLBK"
09 September 2023 17:27 WIB, 2023
SBY tenangkan kader sebut aksi NasDem dan Anies Baswedan bukan kiamat bagi PD
01 September 2023 17:43 WIB, 2023