Letak strategis, penumpang bandara Silampari terus meningkat
Selasa, 4 September 2018 9:52 WIB
Terminal Bandara Silampari yang baru sedang dalam proses pembangunan dan akan rampung akhir Desember 2018, Selasa (4/9). (ANTARA News Sumsel/Sudirman/Erwin Matondang/18)
Lubuklinggau (ANTARA News Sumsel) - Letak geografis yang strategis dekat dengan beberapa Kabupaten yang ada di Sumatera
Selatan membuat Bandar Udara Silampari Kota Lubuklinggau di tahun 2018 mengalami peningkatan jumlah penumpang.
"Letak geografis yang dekat dengan beberapa Kabupaten di Sumatera Selatan membuat banyak penumpang lebih memilih Bandara
Silampari sebagai tranportasi udara ketimbang darat karena lebih cepat dan mudah ditempuh," kata Kepala Bandara
Silampari Kota Lubuklinggau Rudi Utoyo, Selasa.
Dilanjutkannya, penumpang yang datang tidak hanya dari Kota Lubuklinggau saja, namun ada dari Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara bahkan ada juga dari daerah Lahat dan Curup Bengkulu lebih memilih terbang melalui Bandara Silampari.
"Jika penumpang yang tinggal di lahat atau kabupaten sekitarnya mau ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang tentunya lebih jauh ditempuh lewat jalan darat apalagi jika lalu lintas darat macet," ujar Rudi.
Untuk jadwal penerbangan Bandara Silampari hingga kini rute Lubuklinggau - Jakarta atau sebaliknya dan rute Palembang - Lubuklinggau dan sebaliknya.
"Untuk penerbangan langsung Lubuklinggau ke Jakarta ataupun sebaliknya ada dua kali lepas landas yakni dengan Batik Air dan NAM Air, sementara penerbangan langsung Lubuklinggau ke Palembang satu kali lepas landas dengan maskapai Wings satu kali dalam sehari" ujarnya.
Selain penerbangan langsung terdapat sejumlah perbangan transit dari dan ke Lubuklinggau baik dari Palembang maupun Jakarta.
Ditambahkan Rudi, sebab itu dengan semakin bertambahnya jumlah penumpang setiap tahunnya, dan guna memberi rasa nyaman
kepada penumpang, Bandara Silampari saat ini sedang dalam proses pembangunan terminal, terminal ini nantinya akan rampung akhir Desember 2018.
Bandar udara Silampari sendiri awalnya merupakan bandara perintis dan mulai dioperasikan pada 7 Mei 1994 dan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan waktu itu Ramli Hasan Basri dan Menteri Perhubungan Haryanto Danutirto. Bandar udara ini hanya melayani penerbangan rute Silampari-Palembang dengan jenis pesawat Cassa yang berkapasitas 19 penumpang.
Bandar Udara Silampari memulai pengembangannya pada tahun 2014. Terminal lama telah diganti dengan terminal baru, apron sudah diperluas yang nantinya dapat menampung Airbus A320 dan Boeing 737-900ER.
Selatan membuat Bandar Udara Silampari Kota Lubuklinggau di tahun 2018 mengalami peningkatan jumlah penumpang.
"Letak geografis yang dekat dengan beberapa Kabupaten di Sumatera Selatan membuat banyak penumpang lebih memilih Bandara
Silampari sebagai tranportasi udara ketimbang darat karena lebih cepat dan mudah ditempuh," kata Kepala Bandara
Silampari Kota Lubuklinggau Rudi Utoyo, Selasa.
Dilanjutkannya, penumpang yang datang tidak hanya dari Kota Lubuklinggau saja, namun ada dari Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara bahkan ada juga dari daerah Lahat dan Curup Bengkulu lebih memilih terbang melalui Bandara Silampari.
"Jika penumpang yang tinggal di lahat atau kabupaten sekitarnya mau ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang tentunya lebih jauh ditempuh lewat jalan darat apalagi jika lalu lintas darat macet," ujar Rudi.
Untuk jadwal penerbangan Bandara Silampari hingga kini rute Lubuklinggau - Jakarta atau sebaliknya dan rute Palembang - Lubuklinggau dan sebaliknya.
"Untuk penerbangan langsung Lubuklinggau ke Jakarta ataupun sebaliknya ada dua kali lepas landas yakni dengan Batik Air dan NAM Air, sementara penerbangan langsung Lubuklinggau ke Palembang satu kali lepas landas dengan maskapai Wings satu kali dalam sehari" ujarnya.
Selain penerbangan langsung terdapat sejumlah perbangan transit dari dan ke Lubuklinggau baik dari Palembang maupun Jakarta.
Ditambahkan Rudi, sebab itu dengan semakin bertambahnya jumlah penumpang setiap tahunnya, dan guna memberi rasa nyaman
kepada penumpang, Bandara Silampari saat ini sedang dalam proses pembangunan terminal, terminal ini nantinya akan rampung akhir Desember 2018.
Bandar udara Silampari sendiri awalnya merupakan bandara perintis dan mulai dioperasikan pada 7 Mei 1994 dan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan waktu itu Ramli Hasan Basri dan Menteri Perhubungan Haryanto Danutirto. Bandar udara ini hanya melayani penerbangan rute Silampari-Palembang dengan jenis pesawat Cassa yang berkapasitas 19 penumpang.
Bandar Udara Silampari memulai pengembangannya pada tahun 2014. Terminal lama telah diganti dengan terminal baru, apron sudah diperluas yang nantinya dapat menampung Airbus A320 dan Boeing 737-900ER.
Pewarta : Sudirman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewan Pers ingatkan pentingnya jurnalisme etika pada layanan Rumah Sakit
19 August 2022 20:49 WIB, 2022
Seribuan santri dan ustadz di 'Bumi Silampari' deklarasi Ganjar Presiden
02 August 2022 20:28 WIB, 2022
Eddy Santana: Bismillah, mulai hari ini Bandara Silampari Lubuklinggau beroperasi kembali
22 April 2022 21:47 WIB, 2022
GrabCar layani tujuh bandara di Sumatera, termasuk SMB II dan Silampari
11 July 2019 21:00 WIB, 2019
Pemuda Linggau tolak Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung di Bandara Silampari
02 September 2018 11:12 WIB, 2018