Logo Header Antaranews Sumsel

Wabup OKU Marjito Bachri ingatkan petugas Sensus Ekonomi 2026 tidak manipulasi data

Rabu, 3 Juni 2026 20:22 WIB
Image Print
Wabup OKU Marjito Bachri membuka Pelatihan Calon Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ballroom The Zuri Hotel Baturaja, Rabu. ANTARA/Edo Purmana

Baturaja (ANTARA) - Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan Marjito Bachri mengingatkan seluruh calon petugas Sensus Ekonomi 2026 untuk tidak memanipulasi data demi bantuan sosial yang dapat merugikan masyarakat.

"Pentingnya integritas dan profesionalisme para calon petugas Sensus Ekonomi 2026 saat melakukan pendataan di lapangan," kata Marjito Bachri saat membuka Pelatihan Calon Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ballroom The Zuri Hotel Baturaja, Rabu.

Ia mengingatkan agar tidak ada praktik manipulasi data yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Di hadapan ratusan peserta pelatihan, Marjito menekankan bahwa data yang dikumpulkan harus sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Menurutnya, keakuratan data menjadi faktor utama dalam menentukan arah pembangunan daerah dan berbagai program kesejahteraan masyarakat.

"Jangan sekali-kali memanipulasi data. Misalnya, ada warga yang sebenarnya mampu, tetapi dibuat seolah-olah miskin agar mendapatkan bantuan. Hal seperti itu tidak boleh terjadi, karena akan berdampak pada ketepatan kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Menurut Marjito, hasil pendataan ekonomi yang akurat akan menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, termasuk dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas data yang tersedia, sehingga petugas sensus memegang peran strategis dalam menyajikan gambaran nyata kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kalau datanya akurat, pemerintah bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan dan menyusun program pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Wabup juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar memahami teknik pendataan, metode wawancara, hingga tata kelola data yang benar.

"Dengan bekal tersebut, para petugas diharapkan mampu menghasilkan data berkualitas yang dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) OKU Anugrahani Prasetyowati mengungkapkan bahwa pelatihan calon petugas Sensus Ekonomi 2026 diikuti sebanyak 199 peserta terdiri atas 94 laki-laki dan 105 perempuan.

Ia menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas dan kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten OKU.

Melalui pelatihan ini, BPS berharap seluruh calon petugas sensus memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pendataan secara profesional, sehingga menghasilkan data yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah ke depan.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026