
Sumsel alami inflasi 0,61 persen pada Mei 2026

Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar 0,61 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026.
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Selasa, mengatakan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan April 2026 yang mengalami deflasi 0,04 persen.
Dari 11 kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil sebesar 0,44 persen.
Namun, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya itu menjadi penyumbang deflasi dengan andil sebesar 0,06 persen. Hal itu dipicu salah satunya karena adanya penurunan harga emas pada periode tersebut.
“Untuk komoditas utama penyumbang inflasi Mei 2026, yaitu cabai merah, bawang merah, tomat, cabai rawit dan mentimun,“ katanya.
BPS juga mencatat untuk inflasi tahunan (year on year/yoy) di Sumsel mengalami inflasi sebesar 2,61 persen. Angka itu mengalami kenaikan jika dibandingkan periode April 2026 sebesar 1,63 persen.
Dari sebelas kelompok pengeluaran, rata-rata mengalami kenaikan dengan kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil sebesar 0,99 persen.
Disusul, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 1,04 persen.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
