
LP Palembang buka layanan kunjungan Lebaran selama dua hari

Palembang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Palembang, Sumatera Selatan membuka layanan kunjungan Lebaran selama dua hari dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Palembang Desi Andriyani di Palembang, Sabtu, mengatakan pihaknya membuka layanan kunjungan khusus bagi keluarga warga binaan. Layanan ini dibuka selama dua hari sebagai bentuk upaya mempererat tali silaturahim antara warga binaan dengan keluarga mereka.
"Kunjungan Lebaran ini menjadi momentum penting bagi warga binaan untuk merasakan suasana hari raya bersama keluarga, meskipun berada di dalam lingkungan lapas," katanya.
Ia menjelaskan pelaksanaan kunjungan dilakukan di area steril Lapas yang pada hari biasa tidak dapat diakses oleh masyarakat umum. Namun, khusus momen Lebaran, area tersebut dibuka agar keluarga dapat bertemu langsung dengan warga binaan.
“Kami berharap warga binaan tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Karena kunjungan ini dilaksanakan di area steril, yang biasanya tidak bisa dimasuki orang luar, namun saat ini kami buka untuk keluarga mereka, khusus di lapangan,” jelasnya.
Untuk menghindari penumpukan pengunjung, pihak Lapas menerapkan pembatasan jumlah pengunjung. Setiap warga binaan hanya diperbolehkan menerima maksimal 10 orang pengunjung dalam satu sesi kunjungan.
“Untuk kunjungan kami batasi maksimal 10 orang. Jika lebih dari itu, maka akan dibagi menjadi dua sesi kunjungan. Setiap sesi diberikan waktu selama 15 menit,” katanya.
Selain itu, pihak Lapas juga memperketat pengawasan terhadap barang bawaan, khususnya makanan yang dibawa oleh pengunjung. Pemeriksaan dilakukan secara detail guna memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas tetap terjaga.
“Makanan yang dibawa pengunjung akan dipisahkan dari keluarga yang masuk, kemudian dilakukan pemeriksaan secara detail. Kami juga melarang makanan dalam bentuk kemasan tertentu demi menjaga keamanan,” tegasnya.

Tak hanya itu, seluruh pengunjung yang datang juga wajib menjalani pemeriksaan ketat sebelum memasuki area kunjungan.
“Pengunjung sebelum masuk akan digeledah secara maksimal oleh petugas. Ini sebagai langkah antisipasi untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas,” ujarnya.
Dengan dibukanya layanan kunjungan Lebaran ini, pihak Lapas berharap dapat memberikan kebahagiaan bagi warga binaan tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban yang menjadi prioritas utama.
“Kami ingin warga binaan tetap merasakan kebahagiaan Lebaran bersama keluarga, namun tentunya dengan tetap menjaga aturan dan keamanan yang berlaku,” ujarnya.
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
