
BPBD Palembang imbau warga waspada bencana hidrometrologi

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mengimbau warga di 18 wilayah kecamatan untuk mewaspadai bencana hidrometrologi.
Kepala BPBD Kota Palembang Ahmad Furqon di Palembang, Selasa, menyatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Basarnas untuk memantau dinamika cuaca serta mempercepat respons darurat di lapangan.
Meskipun saat ini mulai memasuki fase peralihan menuju musim panas, namun fenomena hujan lebat yang disertai petir masih sering terjadi.
"Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang dan banjir, juga tanah longsor, sehingga BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat cuaca ekstrem berlangsung, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam," katanya.
Sebagai langkah preventif, pihaknya melakukan pemetaan terhadap pohon-pohon yang sudah rimbun untuk segera dirapikan atau dipangkas guna meminimalisir risiko bagi pengguna jalan dan pemukiman.
Kemudian dari kajian risiko bencana, kata dia, Kota Palembang saat ini menghadapi tantangan ganda yakni potensi banjir dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menambahkan banjir terjadi di Kota Palembang akibat curah hujan tinggi menyebabkan 40 titik kawasan yang tergenang dengan ketinggian air cukup merata setinggi lutut orang dewasa pada Minggu (5/4).
Kendati demikian ia bersyukur tidak terdapat korban jiwa atas banjir tersebut dan mengimbau warga Kota Palembang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam akibat cuaca yang tidak menentu.
Terkait karhutla, pihaknya menyelaraskan kesiagaan dengan arahan tingkat nasional melalui Apel Karhutla di Riau beberapa waktu lalu, baik dari sisi kesiapan personel maupun peralatan.
"Kami menyiagakan personel dan alat operasional berkoordinasi dengan Basarnas dan Damkar untuk karhutla. Sementara untuk operasi penanganan banjir, menyiagakan tiga perahu karet," katanya.
Ia menambahkan yang menjadi fokus wilayah rawan karhutla yakni wilayah perbatasan dengan kabupaten tetangga, seperti di Kecamatan Kertapati, menjadi atensi khusus karena kerap menjadi titik rawan kebakaran lahan.
Pemkot Palembang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.
Ia menyebutkan pihak berwenang pasti menegaskan bahwa tindakan membakar lahan memiliki konsekuensi hukum yang berat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
