Baturaja (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) memperpanjang status siaga darurat banjir dan tanah longsor sebagai upaya penanggulangan sedini mungkin terhadap potensi bencana alam di wilayah setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Januar Efendi melalui Manager Pusdalops, Gunalfi di Baturaja, Selasa, mengatakan bahwa status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor diperpanjang setelah banjir kedua melanda Kabupaten OKU pada Selasa (13/1).
Meskipun tidak ada korban jiwa, bencana alam akibat luapan Sungai Wal itu merendam ratusan rumah penduduk di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang dengan kedalaman mencapai 1 meter.
"Oleh sebab itu, status siaga darurat diperpanjang selama 14 hari ke depan," ujarnya.
Dia mengatakan saat ini pihaknya meningkatkan kapasitas personel penanggulangan bencana agar banjir dan tanah longsor dapat ditanggulangi sedini mungkin guna mengantisipasi korban jiwa.
Sebanyak 647 personel yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana disiagakan guna menindaklanjuti cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor.
Selain personel, pihaknya juga menyiapkan peralatan penanggulangan bencana, antara lain empat unit perahu karet, tiga unit perahu fiber, lima unit mesin perahu, satu unit boat, dan tiga unit mobil rescue.
Kemudian, sebanyak 19 unit motor trail, 10 unit mesin sedot apung, enam unit tenda pengungsian, pelampung dan 71 unit tenda keluarga.
"Peralatan ini dapat diperkuat dan ditambah jumlahnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan jika terjadi bencana alam di Kabupaten OKU," ujarnya.
OKU perpanjang status siaga darurat banjir dan longsor
Personel BPBD OKU mengevakuasi korban banjir di Desa Gunung Meraksa. ANTARA/Edo Purmana
