Produksi padi Sumsel tembus 3,6 juta ton tahun 2025

id Sumsel,Pemprov sumsel,Produksi padi sumsel,Swasembada pangan

Produksi padi Sumsel tembus 3,6 juta ton tahun 2025

Gubernur Sumsel Herman Deru saat panen raya padi di Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang 2025 mencapai 3.598.736 (3,60 juta) ton, meningkat 23,69 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2.909.412 (2,91 juta) ton.

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Jumat, mengatakan peningkatan produksi padi tersebut menempatkan Sumsel sebagai salah satu daerah dengan capaian pertumbuhan produksi tertinggi secara nasional.

“Sumsel menjadi tiga besar nasional daerah dengan peningkatan produksi padi tertinggi setelah Jawa Timur dan Jawa Barat,” katanya.

Ia menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak dalam mendukung program nasional swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Keberhasilan peningkatan produksi padi tidak terlepas dari peran petani dan buruh tani yang bekerja langsung di sawah, serta dukungan pemangku kepentingan melalui penyuluhan, bantuan bibit dan pupuk, hingga penyerapan hasil panen petani.

Produksi padi terbesar di Sumsel berasal dari Kabupaten Banyuasin dan OKU Timur. Kabupaten Banyuasin dinilai konsisten menjaga produktivitas tinggi, sementara OKU Timur mencatat persentase kenaikan produksi terbesar di provinsi tersebut.

Peningkatan produksi pertanian di Sumsel telah dilakukan secara konsisten sejak 2018. Saat itu Sumsel berada di peringkat kedelapan nasional sebagai penghasil beras.

Oleh sebab itu, capaian produksi padi tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan pada 2026 untuk memenuhi kebutuhan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Pada masa pandemi COVID-19 produksi kita pacu hingga masuk lima besar nasional, dan kini berada di tiga besar. Ke depan capaian ini akan terus ditingkatkan untuk mengejar posisi teratas,” kata Herman Deru.



Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.