Satwa dilindungi yang berhasil terekam, di antaranya tapir (Tapirus indicus), gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis), beruang madu (Helarct malayanus), rusa (Cervidae), kancil (Tragulus), trenggiling (Pholidota), dan binturong (Arctictis binturong).
"Kalau beruang setiap pengambilan pasti ada (terekam), babi juga selalu terlihat," katanya.
Menurut dia, keberadaan satwa kunci tersebut menjadi indikasi bahwa ekosistem di lanskap TN Bukit Tigapuluh masih terjaga, meskipun tantangan dan peluang perambahan dan perburuan liar selalu terbuka.
Ia mengaku tekanan aksi perambahan dan perburuan hingga saat ini masih tinggi.
Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah desa penyangga, bekerja sama merawat dan mengawasi ekosistem kawasan seluas 144.223 hektare di dua wilayah, Jambi dan Riau, itu.
"Tekanan tetap besar, antisipasinya kita selalu patroli rutin, alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru. Masyarakat dan pihak terkait terus kita libatkan, termasuk mitra menjaga taman nasional," demikian Hendra.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNBT berhasil rekam empat individu harimau bukti ekosistem terjaga
