Sebatang kayu selamatkan satu keluarga dari maut longsor Talamau

id Satu keluarga selamat dari longsor

Sebatang kayu selamatkan satu keluarga dari maut longsor Talamau

Yusmidar (50), warga Padang Laweh, Tinggam, Jorong Harapan, Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menirukan gerakannya ketika menyelamatkan anak dan ayahnya dari genangan lumpur longsor yang terjadi Jumat (28/11/2025). ANTARA/Altas Maulana.

Namun, tak lama kemudian dia mendengar suara memanggilnya. "Mak, ini Azis."

Mendengar itu, dia bergerak mencari asal suara itu dan langsung menarik anaknya dari lumpur yang telah menutupi hampir sebagian kepala anaknya.

Seusai menyelamatkan anaknya yang berumur 15 tahun itu, lalu dia kembali mencari anaknya yang lain sambil memanggil-manggil nama dengan penuh harapan.

"Alhamdulillah suara saya dijawab oleh anak saya yang paling kecil Asyifa dengan suara yang sayup-sayup minta tolong," ujarnya.

Mendengar itu, dia langsung kembali tertatih-tatih mencari asal suara itu karena tidak tau dari mana arahnya dalam kondisi gelap gulita.

Sembari memanggil-manggil nama anaknya, dia menjangkau apa yang bisa jangkau di kegelapan yang mencekam itu.

Akhirnya usahanya berhasil dengan menjangkau baju anaknya. Asyifa diangkatnya secara perlahan karena sudah tertimbun material longsor dalam keadaan lemah.

Tak lama kemudian datang warga sekitar memberikan bantuan dan mencari dua orang anaknya lagi Akbar (17) dan Anton (22). Berkat keyakinan akhirnya keempat anaknya berhasil diselamatkan.

"Awalnya saya sudah pasrah, namun Allah masih sayang pada kami dan berhasil diselamatkan," katanya.

Terakhir, dia bersama warga lainnya bersama-sama mencari keberadaan ayahnya Amirudin (75) yang dalam keadaan sakit stroke.

Ayahnya pun ditemukan sudah tertutup lumpur dan bersama-sama warga lainnya berhasil menarik dan menyelamatkannya.

Yusnimar sama sekali tidak menyangka rumahnya bisa luluh lantah di hantam longsor, mengingat rumahnya berdiri di lokasi tanah yang tinggi dibandingkan rumah warga lainnya.

"Saya memiliki enam orang anak. Dua orang anak saya tinggal di rumah eteknya (tante), sedangkan empat lagi tinggal bersama saya. Alhamdulillah bisa selamat," ucapnya sambil mengucapkan rasa syukur.





Tiga orang masih tertimbun

Bencana longsor di Tinggam, Sinuruik, menyebabkan lima orang tertimbun longsor.

Dari lima orang itu, dua orang telah ditemukan dengan keadaan meninggal dunia yakni Yelma Yunita (41) ditemukan pada Senin (1/12) dan Raffael Gusti Pratama (7) ditemukan pada Jumat (5/12).

Sedangkan tiga korban lainnya, yakni Dian Fernanda (24), Amrizal (38) dan Nurhayati (35) masih dalam pencarian tim gabungan hingga hari ke sepuluh, Minggu (6/12), sejak longsor.

Menurut Bupati Pasaman Barat, Yulianto, tim gabungan mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI, kecamatan, nagari, relawan terus bahu membahu mencari korban.

Selain menggunakan alat berat ekskavator, pencarian juga dilakukan secara manual.

Bentangan longsor yang mencapai satu kilometer dan ketinggian lebih dari 10 meter, menyebabkan pencarian sedikit terkendala. Ditambah lagi hujan terus terjadi di daerah itu.

Yulianto mengharapkan doa semua pihak agar pencarian korban dapat membuahkan hasil.

Para keluarga korban juga telah diungsikan dan dibantu. Termasuk korban yang selamat.

Wakil Bupati M.Ihpan menyebutkan korban yang selamat Amirudin (75) yang mengalami stroke juga telah dibantu, antara lain dengan diberikan kursi roda.

Selain longsor di Tinggam Kecamatan Talamau, sebagian besar wilayah Pasaman Barat juga dilanda banjir.

Tercatat data terakhir hingga Sabtu (6/12) malam di posko bencana alam Pasaman Barat bencana alam banjir dan longsor menyebabkan empat orang meninggal dunia, tiga orang hilang, lima orang luka, dan puluhan ribu warga harus mengungsi.

Selain itu, tragedi banjir dan longsor juga menyebabkan 46 unit rumah rusak berat, 18 unit rusak sedang, 22 unit rusak ringan, 5.171 unit rumah terendam banjir, 13 unit rumah hanyut dan 31 sekolah terdampak.

Tragedi itu juga merusak satu perkantoran, tiga fasilitas kesehatan terdampak, enam tempat ibadah terendam, 12 jembatan rusak, 10 ruas jalan terdampak dan 921,25 hektare lahan pertanian terdampak.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sebatang kayu selamatkan satu keluarga dari maut longsor Talamau

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.