Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menyiapkan posko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di setiap kantor kecamatan.
"Di setiap wilayah kantor kecamatan kami sudah standby menyiapkan posko karhutla untuk menangani dan mengantisipasi kebakaran itu di Kota Palembang," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Rabu.
Ia menyebutkan saat ini di Kota Palembang terdapat sembilan titik hotspot, masih sama seperti tahun - tahun sebelumnya, dan wilayah kecamatan yang paling besar potensi hotspot yakni berada di tiga kecamatan yakni Kertapati, Alang - alang lebar, dan Semarang Borang.
"Namun sebagaimana pembelajaran kita sebelumnya, bahwa seluruh posko di tingkat Kecamatan kita terus koordinasi dengan TNI Polri," kata dia.
Ratu Dewa juga telah menginstruksikan para Camat dan Lurah untuk siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan meningkatkan pemantauan wilayah.
Pemkot Palembang terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Oleh karena itu, para Camat dan Lurah untuk terus memantau wilayah masing-masing dalam penanganan karhutla tahun 2025 ini.
Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran Palembang, Sumatera Selatan menangani tiga titik lahan yang rawan kebakaran yakni di wilayah Kecamatan Sako, Kertapati, dan Alang - alang Lebar.
"Di Kota Palembang ada tiga titik rawan kebakaran lahan yakni di wilayah Kecamatan Sako, Kertapati, dan Alang - alang Lebar," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Palembang, Rika.
Ia menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
"Damkar Palembang siap siaga untuk menangani kebakaran dan mencegah penyebaran api. Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan kami untuk mencegah kebakaran dan meningkatkan keselamatan. Jangan membakar lahan sembarangan," katanya.
Menurutnya lahan yang sering kebakaran itu merupakan lahan kosong.
Posko karhutla disiagakan di setiap kantor kecamatan Kota Palembang
Wali Kota Palembang Ratu Dewa. ANTARA/M Imam Pramana
