Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu.
Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyabana di Palembang, Selasa, mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) itu merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang selama hari ke depan.
Pelaksanaan OMC difokuskan di daerah gambut yang memiliki potensi besar menimbulkan kabut asap jika terbakar, terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
“Kemarin saya minta titik penyemaian di kawasan gambut. Berdasarkan data bibit awan, potensi hujan memang lebih besar di OKI. Apalagi jika terbakar, asapnya bisa sampai ke Palembang,” katanya.
Ia menjelaskan selain OKI, wilayah lain seperti Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, PALI, dan Muara Enim juga menjadi sasaran apabila kondisi awan mendukung.
Selama lima hari operasi, tim OMC telah melakukan empat sorti penerbangan. Tiga sorti dilakukan di wilayah OKI dan satu sorti di Banyuasin.
Setiap sorti membawa sekitar 800 kilogram garam untuk disemai ke awan sebagai pemicu hujan buatan. Pada tanggal 13 Juli, satu sorti dilakukan, sementara pada 14 Juli, total 3.200 kilogram garam telah disemai.
“Kami juga telah mengajukan permintaan ke BNPB agar operasi ini diperpanjang jika bibit awan masih memungkinkan. Tujuannya agar pembasahan lahan gambut tetap berlangsung hingga puncak musim kemarau di Agustus dan September,” jelasnya.
BPBD Sumsel laksanakan operasi modifikasi cuaca cegah karhutla
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu. (ANTARA/HO-BPBD Sumsel)
