Dia menjelaskan, laporan hasil pertanian akan otomatis terekap setelah petugas penyuluh pertanian melakukan memasukkan data sesuai wilayah kerja masing-masing.
Petugas PPL mulai dari tingkat desa hingga kecamatan dapat lebih mudah dalam menyampaikan laporan hasil pertanian di wilayah masing-masing.
Tingkat akurasi pelaporan dengan aplikasi ini menjadi lebih baik lagi sekaligus dapat memantau situasi di lapangan dalam bentuk laporan otomatis.
Dengan menggunakan sistem informasi ini maka akan banyak pekerjaan yang dimudahkan dan disederhanakan seperti data dapat disajikan dengan cepat dalam hitungan detik.
Dengan adanya aplikasi Si Tampan ini, Junadi berharap mampu memantau lebih baik lagi dan bisa memprediksi sebelum panen maupun pasca panen.
"Sejauh ini sosialisasi SITAMPAN sudah kami laksanakan di 17 kecamatan dengan target seluruh petugas PPL di OKU Timur pada tahun ini menggunakan aplikasi tersebut," ujarnya.
