Kota Palembang kembangkan puskeswan wujudkan bebas rabies

id Pemkot Palembang, rabies, wujudkan bebas rabies, kembangkan puskeswan, puskeswan, pusat kesehatan hewan wujudkan bebas r

Kota Palembang kembangkan puskeswan wujudkan bebas rabies

Hewan peliharaan di rumah tangga. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan terus mengembangkan pusat kesehatan hewan (puskeswan) di seluruh wilayah kecamatan untuk mewujudkan kota setempat terbebas dari rabies pada tahun 2024.

"Saat ini baru ada dua puskeswan yakni di Kecamatan Gandus dan Talang Jambe, dalam satu atau dua tahun ke depan diharapkan bisa dibangun di 16 kecamatan lainnya," kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Kamis.

Pemkot mendorong petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palembang terus melakukan berbagai kegiatan yang dapat mencegah timbulnya kasus rabies yang diakibatkan dari gigitan hewan peliharaan dan liar.

Selain mengembangkan puskeswan di kota dengan 107 kelurahan dan 18 kecamatan itu, pihaknya juga aktif melakukan pelayanan penyuntikan vaksin rabies untuk hewan peliharaan dan liar seperti anjing dan kucing di kawasan permukiman penduduk, katanya.

Dia menjelaskan, meskipun kota ini dalam kurun waktu empat tahun terakhir tidak ditemukan kasus (zero kasus) rabies, namun belum dinyatakan bebas rabies.

Untuk mendapat status bebas rabies, pihaknya berupaya mempertahankan nol kasus (zero kasus) rabies hingga Kota Palembang dinyatakan wilayah bebas rabies pada 2024.

Bagi masyarakat memiliki hewan peliharaan yang berpotensi menularkan rabies diminta untuk memberikan vaksinasi bagi hewan peliharaannya, kata Wawako Fitrianti.

Sementara sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palembang Sayuti mengatakan pihaknya optimis dapat mewujudkan kota ini bebas rabies sesuai target.

"Kami terus mencoba mempertahankan kasus nol rabies dan menjadikan Bumi Sriwijaya ini benar-benar dinyatakan wilayah bebas rabies pada 2024," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.