Kim Kardashian bantu 130 atlet putri Afghanistan terbang ke inggris

id Kim Kardashian,atlet putri Afghanistan,Moshe Margaretten,Radrizzani,sepak bola global FIFPRO

Kim Kardashian bantu 130 atlet putri Afghanistan terbang ke inggris

Kim Kardashian. (ANTARA/REUTERS/MARIO ANZUONI)

Jakarta (ANTARA) - Bintang reality show Kim Kardashian dan pemilik klub sepak bola Leeds United Andrea Radrizzani membantu mantan kapten Afghanistan Khalida Popal dalam menerbangkan 130 pemain sepak bola putri Afghanistan dan keluarga mereka dari Pakistan ke Inggris pada Kamis.

Popal yang berbasis di Kopenhagen telah mempelopori upaya evakuasi bagi atlet putri dari Afghanistan menyusul pengambilalihan negara tersebut oleh Taliban pada Agustus.

Popal mengatakan melalui Twitter bahwa Kardashian dan merek "shapewear"nya membayar penerbangan charter, termasuk bagi pemain remaja. Radrizzani mengatakan "kami merasa terhormat telah memainkan peran kami" dalam upaya tersebut, dalam pernyataannya di Twitter.

Upaya tersebut juga dibantu oleh Rabbi New York Moshe Margaretten, kata Popal.

"Terima kasih @KimKardashian dan @SKIMS dari lubuk hati yang paling dalam karena dengan murah hati menyumbangkan semua pendanaan untuk penerbangan ini," cuit Popal.
 
Popal, yang diakui oleh persatuan pemain sepak bola global FIFPRO atas upaya penyelamatannya, juga berterima kasih kepada Radrizzani.

"Terima kasih @andrearadri, ini adalah suatu kehormatan dan hak istimewa bekerja bersama dengan Anda dan orang-orang Anda yang hebat dan baik. Kita lebih kuat bersama-sama," cuitnya.

Badan sepak bola dunia FIFA pada Oktober mengatakan, evakuasi kelompok kedua yang terdiri atas 57 pengungsi dari Afghanistan yang terkait dengan sepak bola dan bola basket putri, yang sebagian besar terdiri atas perempuan dan anak-anak, telah diselesaikan setelah negosiasi. 

Awal tahun ini, Australia mengevakuasi lebih dari 50 atlet putri Afghanistan dan tanggungan mereka, setelah dilobi oleh tokoh-tokoh terkemuka dari dunia olahraga, sementara beberapa pemain dari skuad sepak bola pemuda nasional Afghanistan mendapat suaka di Portugal.

Para pejabat Taliban mengatakan mereka tidak akan mengulangi aturan keras dari pemerintah mereka sebelumnya, yang melarang sebagian besar pendidikan anak perempuan dan melarang perempuan keluar di depan umum tanpa wali laki-laki. 


 
Pewarta :
Editor : Rr. Cornea Khairany