Erix Soekamti: Banyak musisi belum teredukasi masalah hak cipta

id Erix Soekamti,musik,musisi

Personel kelompok musik Endank Soekamti Erix (kiri) dan Dory menghibur penonton saat tampil dalam Soundrenaline 2018 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (8/9). Hari pertama Soundrenaline 2018 menampilkan puluhan musisi dalam dan luar negeri seperti Endank Soekamti, Mocca, Barasuara, Tony Q Rastafara dan kelompok musik asal Amerika Serikat The Red Jumpsuit Apparatus. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/18)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Erix Soekamti mengatakan permasalahan yang terjadi antara Jerinx SID dan Via Vallen jadi momentum baik untuk mengedukasi musisi dan penikmat musik mengenai masalah hak cipta.

"Tapi aku berterima kasih dengan adanya kejadian ini. Musisi itu jadi notice. Karena tidak semua musisi sadar tentang pentingnya music publishing" ucap Erix Soekamti saat berbincang di Jakarta, Selasa.

"Ini momen yang bagus untuk mengedukasi. Jadi cara mengedukasi orang itu macam-macam. Kalau memang maunya yang seru kayak gini silahkan," tambahnya.

Erix Soekamti mengaku juga tengah berupaya mensosialisasikan mengenai music publishing, salah satunya melalui vlog di akun YouTube pribadinya.

ia juga mendorong para musisi untuk mendaftarkan karyanya sebagai intelectual property. Tujuannya untuk melindungi karya dan hak dari musisi itu sendiri agar tidak disalahgunakan.

"Musisi itu punya lagu sebenarnya sudah punya intelectual property. Lagu itu bisa menghidupi dia sampai dia meninggal bahkan 70 tahun setelahnya mendapatkan royalti. Nah itu nggak semua musisi tahu," terangnya.

Jika sistem yang ini berjalan dengan baik, Erix pun yakin kesejahteraan dan hak para musisi semakin terjamin.

"Jadi di masa depan kalau sistemnya ini berjalan benar, ketika musisi mau kredit rumah atau ngutang itu nggak usah ditanya lagi karena dia sudah punya aset, yaitu lagu," tutupnya.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar