Palembang ( ANTARA News Sumsel ) - Sebagian kawasan Plaju, Kertapati, Ilir Timur dan Boom Baru hingga Kenten Laut Banyuasin Sumsel mengalami pemadaman listrik selama 11 jam sejak Sabtu malam pukul 23.45 WIB.
"Listrik mulai padam 11 jam pada Sabtu malam hingga pukul 09.00 WIB belum menyala, tidak tahu penyebab persisnya apa," kata warga Lorong Dua Saudara, Rina Siah di Seberang Ulu II Palembang, Minggu.
Ia mengatakan di perumahan tempat tinggalnya sedikitnya 100 rumah yang listriknya padam. Ia mengaku mau menghubungi pihak PLN, namun tidak tahu harus menghubungi kemana.
Menurut dia, pemadaman tak terjadwal dengan durasi lama bukan kali ini saja terjadi.
Pada awal Juli lalu, lanjutnya, daerah setempat juga mengalami pemadaman selama 11 jam.
"Kami sudah muak juga apa sebenarnya yang terjadi. Padahal tarif listrik naik terus, tapi pelayanan ke konsumen makin parah," katanya.
Keluhan sama juga diutarakan oleh Armik (45) yang juga warga Dua Saudara Seberang Ulu yang berharap PLN sebagai perusahaan listrik Negara satu-satunya di Palembang perlu meningkatkan layanan dan jangan hanya berorientasi bisnis.
"Akibat lamanya listrik padam, keluarga saya kegiatannya terganggu. Tidak bisa mengecas hp, tidak bisa setrika, anak-anak rewel karena kipas angin mati karena tidak ada listrik," keluhnya.
Sementara itu, Manajer Bidang SDM dan umum PLN cabang Sumsel, Lala Arief Fadila, mengatakan pihaknya mengakui adanya masalah pada jaringan.
Ia mengaku PLN menemukan terbakarnya terminasi kabel tanah di gardu distribusi Gangguan temukan pada pukul 04.15 WIB.
Flashover pada isolator di gardu distribusi depan Lorong Assegaf, yang ditemukan pada pukul 08.30 WIB.
Isolator gardu di belakang Universitas Muhammadiyah terbakar yang baru ditemukan pada siang ini pukul 12.45 WIB.
Gangguan peralatan penangkal petir (Arrester) yang ada di gardu distribusi depan Hotel Classie.
Menurutnya PLN berupaya keras menyelesaikan masalah tersebut semalaman.
Menurut dia, PLN memang memprioritaskan daerah yang paling banyak mengalami gangguan karena kerusakan cukup luas.
"Jadi ada sejumlah area yang memang pemulihannya cukup lama dan agak terlambat," tutup Lala.
