Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel fokus munculkan batu lavender dan spritus

Sabtu, 6 Juni 2015 17:28 WIB
Image Print
Koleksi batu akik di salah satu peserta pameran pada pembukaan South Sumatera Gemstone Festival 2015 di GOR Ranau Jakabaring Sport City Palembang, Minggu (31/5). (Foto Antarasumsel.com/15/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Provinsi Sumatera Selatan akan fokus memunculkan batu akik asal Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu yakni jenis lavender dan spritus untuk merebut pasar dalam negeri dan internasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Permana di Palembang, Sabtu, mengatakan, strategi ini akan dijalankan untuk memenangkan persaingan dengan daerah lain yang juga memiliki keberagaman batu akik.

"Disperindag menilai jika ingin menembus pasar hingga ke luar negeri harus fokus, cukup dua atau tiga jenis batu saja. Saat ini yang sudah dikenal masyarakat secara nasional adalah batu asal Baturaja yakni jenis lavender dan spritus," kata Permana yang dijumpai disela-sela Festival Batu Akik Sumatera Selatan 2015 di Gedung Olahraga Ranau Jakabaring.

Menurutnya, batu lavender dan spritus ini sudah tersohor di dalam negeri karena keindahan warna dan keunggulan komposisi.

Para ahli batu akik dalam negeri lazim menyebutnya sebagai "blue safir Indonesia".

Menurutnya, hal ini yang melatari Disperindag fokus memunculkan batu akik asal Baturaja dalam upaya menembus pasar dalam negeri dan internasional.

"Saya membawa 40 orang petenis dari Sumatera Utara yang akan bertanding ke Palembang. Rata-rata dari mereka bertanya di mana mau membeli batu lavender dan spritus," kata dia.

Untuk mencapai cita-cita ini, pada 2015 Disperindag akan merangkul para pelaku usaha batu akik dari pengrajin hingga pengusahanya untuk bekerja sama dalam membesarkan batu akik khas Sumsel.

Pemerintah akan mendorong pengrajin menghasilkan produk yang berkualitas dengan memperbaiki cara pemotongan, tampilan, dan kemasan dengan memberikan sejumlah pelatihan.

Selain itu, pada tahun ini juga akan dibangun pusat batu akik di Jakabaring dengan memakai lahan seluas dua hektare yang masuk dalam bagian pasar hobi milik Pemerintah Kota Palembang.

"Mengapa di Thailand itu batu topaz-nya bisa mendunia karena sudah benar-benar dikemas dalam arti mulai dari kualitas produk dengan ditandai memiliki sertifikat, merek, hingga pasarnya," kata dia.

Ketika wisatawan sampai di hotel di Thailand akan disuguhi video yang menggambarkan betapa sulitnya mendapatkan batu Topaz karena harus mengambil di atas bukit.

"Tak berhenti di situ, wisatawan juga langsung melihat beraneka ragam topaz yang dipajang di gerai hotel," kata dia.

Permana mengatakan, startegi ini yang akan dicontoh oleh pemerintah daerah apalagi Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018.

"Harapannya, pada saat Asian Games nanti, `brand` lavender dan spritus ini sudah jadi dengan ditandai mampu menembus pasar internasional seperti topaz-nya Thailand," kata dia.

Batu akik asal Kabupaten Ogan Komering Ulu beraneka ragam dan menjadi sumber kekayaan batu alam asal Sumsel, seperti spritus atau biru langit, lavender, sangkis, akik darah, sulaiman, teratai, aren, tapak jalak, cempaka, lumut hijau, lumut merah dan giok.

Khusus batu lavender dan spritus yang berkualitas banyak ditemukan di Desa Simpang Empat dan Desa Segara Kembang Kecamatan Lengkiti, OKU, dengan cara menggali hingga kedalaman 3-4 meter dari daratan.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026