Batu Lavender khas Baturaja masih terus diburu kolektor

id batu akik baturaja, batu akik jenis lavender, batu akik, pecinta batu, lavender baturaja diburu kolektor, lavender biru langit

Batu akik jenis lavender khas Baturaja (ANTARA Sumsel/Edo Permana)

....Hanya saja untuk batu akik spritus dan lavender kualitas super sekarang sudah tidak banyak lagi seperti dulu...
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Batu akik jenis lavender dan biru langit khas dari daerah Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan masih diburu sejumlah kolektor baik dari dari dalam maupun luar kota yang mencari di daerah itu.

"Untuk pasar dua jenis batu ini masih banyak kolektor baik dari dalam maupun luar kota yang berburu batu di Baturaja," kata Ketua Asosiasi Pencinta Baturaja (APB) Ogan Komering Ulu (OKU), Yudi Risandi di Baturaja, Jumat.

Menurut dia, saat ini masih ada pencinta batu akik terutama jenis biru langit atau spritus dan lavender yang menjadi khas daerah setempat untuk mengisi permintaan dari luar kota Baturaja.

Dia mengungkapkan, meskipun tren batu akik di wilayah itu saat ini tidak lagi "semarak" seperti sebelumnya, namun ketersediaan bahan batu jenis spritus dan lavender masih banyak di daerah Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU untuk memenuhi keinginan peminatnya. 

"Hanya saja untuk batu akik spritus dan lavender kualitas super sekarang sudah tidak banyak lagi seperti dulu," kata dia.

Beberapa tahun lalu, kata dia, geliat perekonomian jual beli batu akik hingga pembuatan ring atau gagang cincin di Baturaja sangat tinggi seakan menjamur peminatnya hampir terdapat di setiap daerah di wilayah itu.

Dia mengemukakan, pada 2013-2014 merupakan puncak tren batu akik di Baturaja mulai dari pengerajin, penggosok dan penjual ring atau gagang cincin berbahan aloy menjamur hampir terdapat di setiap titik daerah tersebut.

"Kalau dulu anak-anak pun tahu atau jari-jari mereka memakai cincin batu akik. Sekarang ini tren itu surut di masyarakat," katanya.

Berkurangnya minat masyarakat terhadap batu akik ini terjadi sekitar akhir 2015, peminatnya berangsur redup mulai dari pengrajin dan penjual gagang cincinpun terus berkurang.

"Bahkan yang saya tahu sudah ada yang gulung tikar," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar