Logo Header Antaranews Sumsel

PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'

Rabu, 11 Februari 2026 14:36 WIB
Image Print
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui well service. (ANTARA/HO-PEP)

Palembang (ANTARA) - Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) pada sumur PBM-025 di Struktur Prabumulih Barat melalui program perawatan sumur (well service).

Kegiatan perawatan sumur yang dimulai sejak 14 Januari 2026 tersebut kini telah memasuki tahap uji produksi. Berdasarkan hasil uji alir awal, sumur tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan produksi hingga mencapai 205 barel minyak per hari (Barrels of Oil Per Day/BOPD) dan gas sebesar 0,57 juta kaki kubik standar per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD).

"Sumur PBM-025 kembali aktif dan produktif. Pencapaian ini merupakan buah kerja keras tim dalam berinovasi untuk mewujudkan ketahanan energi nasional," ujar Senior Manager PEP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, dalam keterangannya di Prabumulih, Rabu.

Luthfi menjelaskan bahwa well service dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah penurunan produksi migas secara alami. Awalnya, perawatan sumur PBM-025 hanya ditargetkan untuk menjaga stabilitas produksi di angka 70 BOPD. Namun, hasil uji alir awal justru merekam potensi produksi yang melampaui target tersebut.

Uji alir awal ini dilakukan guna mengetahui kemampuan maksimum (deliverability) sumur dalam mengalirkan migas secara alami. Hasil tersebut menjadi acuan penting untuk menilai kinerja sumur serta karakteristik lapisan batuan penyimpanan migas (reservoir).

Dalam aspek teknis, perawatan sumur PBM-025 difokuskan pada tiga sasaran utama, yaitu squeeze cementing pada lapisan BRF, perbaikan bonding semen, serta perforasi produksi pada lapisan R9. Pekerjaan yang berlangsung selama tiga minggu tersebut menggunakan Rig GJE-06 dengan kapasitas 350 HP.

Luthfi menambahkan bahwa keberhasilan ini membuktikan bahwa optimalisasi sumur eksisting melalui metode well service mampu mendorong peningkatan produksi migas secara efisien dengan risiko yang rendah.

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa optimalisasi sumur lama melalui well service bisa mendorong peningkatan produksi secara efisien," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026