
Palembang gandeng PT Sekema siapkan operator listrik bersertifikasi

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menggandeng PT Sertifikasi Ketenagalistrikan Mahatima (Sekema) untuk mencetak operator ketenagalistrikan yang kompeten dan tersertifikasi.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Jumat, mengatakan langkah strategis ini mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, yang mewajibkan setiap tenaga teknik di bidang tersebut memiliki sertifikat kompetensi.
"Ini merupakan bekal penting bagi para operator ketenagalistrikan, baik yang bertugas di lingkungan dinas pemerintahan maupun di sektor swasta," kata Ratu Dewa.
Menurut dia, fokus peningkatan kompetensi ini tidak hanya menyasar proyek-proyek strategis seperti Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ratu Dewa menyebutkan saat ini pihaknya sedang dalam tahap pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang bisa rampung pada Oktober 2026 untuk beroperasi.
"Saat ini pembangunan nya telah mencapai 85 persen, dan on the track kita harapkan bisa beroperasi pada Oktober 2026," katanya.
Menurutnya melalui proyek tersebut dapat menangani 1.000 ton sampah per hari.
Ia mendorong proyek tersebut agar mengedepankan kearifan lokal, kemudian mampu menyediakan lowongan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya.
Selain itu, juga menjadi pusat edukasi siswa para generasi terkait penanganan sampah dan mampu membina para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sehingga berdampak pada perekonomian.
Ia mengungkapkan, sistem pengerjaan proyek dilakukan secara paralel agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.
"Sejauh ini tidak ada kendala proyek dilakukan secara paralel agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu,"ungkapnya.
" Sertifikasi kelistrikan itu juga diperuntukkan untuk tenaga kerja PSEL Palembang," katanya.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
