Palembang (ANTARA Sumsel) - Produsen tahu di Palembang hingga saat ini masih belum berani menaikan harga mesiki harga kedelai kembali melambung.
Salah seorang produsen tahu di Sungai Hitam Bukit Besar Palembang ejo tjoen lai mengaku belum berani menaikan harga dikarenakan masih melihat produsen lain belum menaikan harga.
"Kalau kita nekat naik, nanti ditinggalkan pelanggan," ujar dia saat dijumpai senin di pabrik tahu kecil miliknya, senin.
Cara yang ditempuhnya untuk meminimalisir kerugian adalah mengurangi produksi tahu dari yang tadinya 120 kilogram per hari menjadi 80 kilogram per hari.
"Kita kurangi supaya lebih aman," tutur dia.
Saat ini pria keturunan tiong hoa itu menjual tahu ukuran kecil sebesar Rp 3.00 per buahnya dan Rp 5.00 untuk ukuran besar per buahnya yang dipasarkan di pasar induk Jakabaring.
Lain halnya dengan perajin tempe Ali Sobirin. Ia mengakali kenaikan harga kedelai dengan mencampurkan bahan tambahan yang aman.
"Kita campur dengan kelapa biar sedikit untung," ungkap perajin tempe di kawasan Jalan Radial itu.
Ia pun berani menaikan harga dari semula seharga Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 dengan ukuran yang sedikit diperkecil.
Sejak seminggu terakhir seiring dengan anjloknya nilai rupiah terhadap dolar harga kedelai di Kota Palembang pun turut melambung dari Rp 7.000 an per kilonya menjadi Rp 9.000an perkilonya.
