Musirawas bangun bendungan irigasi baru

id musi rawas, pemkab mura

Musirawas bangun bendungan irigasi baru

Ilustrasi - Irigasi (FOTO ANTARA/12)

Musirawas (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, akan membangun bendungan dan jaringan irigasi baru di Sungai Rawas dengan sasaran areal sawah antara 15 ribu hingga 20 ribu hektare.

Sedangkan bendungan yang ada yaitu Sungai Lakitan dan sungai Kelinggi dengan luas areal sawah mencapai 21.800 hektare, kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Musirawas Suharto dihubungi, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa rencana bangunan bendungan Sungai Rawas sasarannya adalah lahan gambut, rawa dan lahan tadah hujan sebagian besar berada dalam Kabupaten baru yaitu Musirawas Utara (Muratara).

Pembangunan bendungan irigasi teknis itu akan menghabiskan dana ratusan miliar rupiah dan bila ketiga bendungan itu sudah berfungsi Kabupaten Musirawas akan menjadi lumbung beras terbesar di wilayah Sumatera Selatan setelah Belitang.

Saat ini, pihaknya masih mengoptimalkan jaringan irigasi bendungan Sungai Lakitan yang luas areal sasarannya mencapai 9.800 hektare, dengan debit air antara 6-7 meter kubik per detik.

Lahan sawah batru pada jaringan irigasi teknis itu sebagoan besar kebun karet masyarakat dan sawah tadah hujan pada tahap pertama ditagretkan 1.000 hektare.

Sedangkan jaringan irigasi bendungan sungai Lakitan dibangun era Kolonial Belanda seluas 12.000 hektare dengan debit delapan meter kubik per detik, jelasnya.

Namun dari luas areal sawah 12 ribu hektare itu, katanya, setiap tahun mengalami penyusutan akibat menjamurnya kolam air deras dan pembangunan rumah toko di atas lahan sawah produktif.

"Kami sedang menertibkan keberadaan kolam air deras itu karena air dari kolam itu tidak bisa dimanfaatkan pada sawah masyarakat dan terbuang sia-sia," ujarnya.

Akibatnya banyak areal sawah teknis kelas I tidak mendapatkan sumber air karena keberadaan kolam air deras itu lebih rendah dari jaringan irigasi tersebut, ujarnya

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.