Palembang (ANTARA Sumsel) - Minyak tanah setelah beberapa tahun terakhir mulai ditinggalkan karena sudah ada bahan bakar pengganti untuk memasak yakni gas elpiji, namun sejak sepekan terkahir ini kembali banyak dicari warga.
"Kami terpaksa membeli minyak tanah, karena sulitnya mendapatkan gas elpiji isi ulang tabung tiga kg di pedagang pengecer," kata Ny Rustina, salah satu warga Kelurahan 7 Ulu Palembang, Jumat.
Menurut dia, sejak sepekan terakhir sudah beralih memasak menggunakan bahan bakar minyak tanah, karena stok gas elpiji tabung tiga kg di warung sering kosong dan kalaupun ada harga jualnya tinggi mencapai kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per tabung.
Padahal, kata dia, normalnya harga gas elpiji isi ulang tabung tiga kg hanya kisaran Rp14 ribu per tabung.
"Untung saja kompor manual berbahan bakar minyak tanah yang sudah hampir dua tahun ditinggalkan, sekarang masih bagus tersimpan rapi dapat dipergunakan kembali," katanya.
Di samping itu, kata dia, di wilayah Kelurahan 7 Ulu masih ada satu pedagang minyak tanah menggunakan gerobak keliling hampir tiap hari lewat di kawasan tempat tinggalnya.
Harga minyak tanah yang dibeli melalui pedagang gerobak keliling itu kisaran Rp7.000 per liter, memang tergolong tinggi bila dibandingkan kondisi beberapa tahun lalu masih kisaran Rp4.000 per liter.
Sementara, Rusdiana, warga mengaku tinggal di Kelurahan yang sama mengeluhkan, karena kesulitan mendapatkan bahan bakar gas elpiji isi ulang tabung tiga kg.
Kondisi stok tabung gas elpiji isi ulang di sejumlah warung di tempat tinggalnya sering kosong, kalaupun ada harga jual sudah tinggi mencapai Rp20 ribu per tabung.
"Saya terpaksa membeli, walaupun harga jual ditetapkan pedagang warung tinggi, karena tidak ada pilihan dan kalau untuk memasak dengan bahan bakar minyak tanah alat masak kompor manual sudah tidak ada lagi," katanya.
Harga jual gas elpiji isi ulang ukuran tiga kilogram masih tinggi, karena nilai tebus dari agen atau pangkalan belum turun," kata Ny Lina, pedagang pengecer di Kelurahan 7 Ulu.
Menurut dia, harga gas elpiji isi ulang tabung 3 kg dibeli dari agen sebesar Rp17 ribu per tabung dan menjual kembali ke warga Rp18 ribu.
"Padahal normalnya harga gas 3 kg dijual ke warga pada kisaran Rp13.500 hingga Rp14 ribu per tabung," katanya.
